Misteri Golongan Darah 50 Tahun Akhirnya Terpecahkan

  • 19 Sep 2026 18:47 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Peneliti dari NHS Blood and Transplant dan University of Bristol berhasil memecahkan misteri 50 tahun mengenai penanda sel darah merah bernama AnWj yang jarang ditemukan pada manusia.
  • Penemuan ini mengungkap bahwa AnWj merupakan bagian dari sistem golongan darah baru yang diberi nama MAL berdasarkan dasar genetik yang telah diidentifikasi.
  • Penanda AnWj pertama kali ditemukan pada tahun 1972 pada sampel darah seorang perempuan hamil, yang berbeda dari hampir semua sampel darah lainnya.

RRI.CO.ID, Cirebon - Selama lebih dari lima dekade, ilmuwan dibuat penasaran oleh sebuah keanehan pada sel darah merah manusia. Pada 1972, peneliti menemukan sampel darah seorang perempuan hamil yang tidak memiliki penanda permukaan sel darah merah bernama AnWj, sementara penanda tersebut ditemukan pada hampir semua sampel darah lainnya.

Misteri itu akhirnya terpecahkan setelah para peneliti dari NHS Blood and Transplant dan University of Bristol berhasil menemukan dasar genetik di balik kondisi tersebut. Penelitian mereka mengungkap bahwa AnWj merupakan bagian dari sistem golongan darah baru yang diberi nama MAL.

Temuan ini kembali mendapat perhatian pada 19 September 2026, ketika University of Bristol menjelaskan bagaimana penelitian tersebut memecahkan teka-teki yang telah berlangsung selama sekitar 50 tahun. Para peneliti menyebut penemuan ini berpotensi membantu mengidentifikasi orang-orang dengan kondisi AnWj-negatif yang sangat langka dan mengurangi risiko masalah saat transfusi darah.

Selama ini masyarakat lebih akrab dengan sistem golongan darah ABO, seperti A, B, AB dan O, serta faktor Rhesus atau Rh yang menentukan tanda positif dan negatif. Namun, darah manusia sebenarnya jauh lebih kompleks karena permukaan sel darah merah membawa ratusan antigen, yaitu molekul yang dapat dikenali oleh sistem kekebalan tubuh.

AnWj sendiri bukanlah penemuan baru. Antigen tersebut telah diketahui sejak 1972, tetapi selama bertahun-tahun para ilmuwan belum mengetahui gen apa yang bertanggung jawab terhadap keberadaannya. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa antigen AnWj berada pada protein Mal, yang dikodekan oleh gen MAL.

Untuk menemukan jawabannya, tim peneliti menggunakan whole-exome sequencing, sebuah metode untuk membaca bagian DNA yang mengandung informasi pembentukan protein. Mereka menemukan adanya penghapusan tertentu pada kedua salinan gen MAL pada individu dengan kondisi AnWj-negatif yang diwariskan secara genetik.

Yang menarik, kondisi AnWj-negatif sangat jarang ditemukan karena faktor genetik. NHS Blood and Transplant menjelaskan bahwa lebih dari 99,9 persen manusia merupakan AnWj-positif, sedangkan sebagian besar kasus AnWj-negatif yang ditemukan berkaitan dengan kondisi medis tertentu, termasuk beberapa kelainan darah dan kanker yang dapat menekan ekspresi antigen tersebut.

Penemuan ini bukan berarti manusia kini memiliki golongan darah baru yang sederajat dengan A, B atau O dalam pemeriksaan rutin. MAL merupakan sistem golongan darah ke-47 yang diakui, dengan AnWj sebagai salah satu antigen di dalamnya. International Society of Blood Transfusion mencatat bahwa sistem MAL telah diratifikasi sebagai sistem golongan darah tersendiri.

Lalu apa manfaatnya bagi pasien? Salah satu yang paling penting adalah membantu dokter dan laboratorium menemukan pasien yang sangat jarang memiliki kondisi AnWj-negatif. Jika pasien tersebut memiliki antibodi terhadap AnWj dan menerima darah yang membawa antigen tersebut, terdapat risiko terjadinya reaksi transfusi.

Dengan mengetahui dasar genetiknya, peneliti kini dapat mengembangkan tes genotipe untuk mendeteksi individu AnWj-negatif, baik pasien maupun calon donor. Langkah tersebut dapat membantu pencarian darah yang lebih sesuai ketika pasien dengan kondisi langka membutuhkan transfusi.

Penemuan ini sekaligus menunjukkan bahwa dunia medis masih memiliki banyak teka-teki mengenai darah manusia. Di balik empat huruf ABO yang sudah sangat dikenal, terdapat sistem biologis yang jauh lebih kompleks dan terus dipelajari, bahkan hingga lebih dari 50 tahun setelah sebuah keanehan pertama kali ditemukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....