Jarak Kehamilan Ideal Kunci Kesehatan Ibu dan Tumbuh Kembang Anak

  • 04 Jul 2026 16:40 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pengaturan jarak kehamilan yang ideal dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan ibu, mengoptimalkan tumbuh kembang anak, sekaligus mewujudkan keluarga yang berkualitas. Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon pun mengajak pasangan suami istri merencanakan kehamilan secara matang melalui komunikasi dan penggunaan kontrasepsi yang tepat.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Dra. Indra Fitriani, M.M., mengatakan salah satu bentuk nyata keterlibatan suami dalam perencanaan keluarga adalah menjaga jarak kelahiran anak. Menurutnya, kehamilan yang terjadi terlalu dekat dapat meningkatkan risiko bagi ibu maupun anak.

"Jarak kehamilan yang terlalu dekat itu sangat berbahaya. Rahim ibu belum pulih total, sehingga nutrisinya bisa terbagi. Yang paling kasihan adalah anak yang lahir duluan karena hak ASI eksklusifnya bisa terputus," ujarnya pada Senin 29 Juni 2026.

Ia menjelaskan, suami dan istri perlu berdiskusi untuk menentukan metode kontrasepsi yang sesuai demi menjaga jarak kelahiran minimal tiga tahun. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan ibu sekaligus memastikan anak memperoleh perhatian dan asupan gizi secara optimal.

"Suami yang bijak akan aktif berdiskusi dengan istri untuk memilih alat kontrasepsi yang cocok demi menjaga jarak kelahiran minimal tiga tahun," katanya.

Selain mengatur jarak kehamilan, DPPKBP3A juga mengingatkan pentingnya memastikan kesiapan kesehatan sebelum merencanakan kehamilan. Suami didorong untuk terlibat aktif dalam memeriksa kondisi kesehatan istri, termasuk memastikan ibu tidak mengalami anemia.

Ia menuturkan, pemeriksaan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab perempuan. Menurutnya, kualitas kesehatan calon ayah, termasuk kualitas sperma, juga berpengaruh terhadap kesehatan janin sehingga pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan bersama.

"Sebelum merencanakan kehamilan, suami harus aktif memastikan kesehatan istri. Apakah ibu mengalami anemia atau kurang darah. Ayah yang aktif akan mendukung penuh, bahkan ikut memeriksakan diri karena kualitas sperma ayah juga menentukan kesehatan janin," ucapnya.

Melalui perencanaan kehamilan yang matang, pengaturan jarak kelahiran yang ideal, serta keterlibatan aktif suami, DPPKBP3A Kabupaten Cirebon berharap dapat menciptakan keluarga yang lebih sehat, mencegah stunting sejak dini, dan melahirkan generasi yang berkualitas di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....