Rasa Gemetar dan Lemas, Apakah Terpengaruh Kerja Jantung?
- 31 Agt 2026 22:30 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID,Cirebon - Rasa gemetar dan tubuh mendadak lemas kerap membuat seseorang khawatir bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan kerja jantung. Padahal, kedua keluhan itu tidak selalu menunjukkan adanya gangguan pada jantung. Gemetar dapat muncul karena berbagai faktor, mulai dari stres, kelelahan, konsumsi kafein berlebihan, efek obat, hingga gangguan metabolisme tertentu. MedlinePlus menyebut tremor sebagai gerakan gemetar yang tidak disengaja dan dapat terjadi pada tangan, lengan, kepala maupun bagian tubuh lainnya.
Hubungan gemetar dan lemas dengan jantung adalah kemungkinan tubuh mengalami perubahan denyut jantung atau tekanan darah sehingga seseorang merasa berdebar, lemah atau seperti akan pingsan. Jantung berdebar sendiri dapat dipicu oleh stres, aktivitas fisik, kafein, obat-obatan tertentu maupun gangguan irama jantung. Karena itu, gemetar yang muncul bersamaan dengan jantung berdebar perlu diperhatikan, terutama jika keluhan berulang atau semakin berat.
| Baca juga: Langkah Tepat Atasi Sesak Nafas Malam |
Tubuh bisa gemetar ketika kondisi tubuh berubah salah satu penyebabnya adalah kadar gula darah yang terlalu rendah. MedlinePlus menjelaskan bahwa hipoglikemia dapat menimbulkan sejumlah gejala, termasuk jantung berdenyut cepat atau berdebar dan rasa gugup. Selain itu, gangguan tiroid, kecemasan, kelelahan, obat tertentu serta terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein juga dapat menyebabkan atau memperburuk tremor.
Jika gemetar dan lemas hanya berlangsung singkat setelah kelelahan, stres atau mengonsumsi terlalu banyak kafein, penyebabnya bisa saja bukan gangguan jantung. Namun, apabila keluhan terus berulang, berlangsung lama, mengganggu aktivitas atau disertai jantung berdebar, pemeriksaan medis diperlukan untuk mencari penyebabnya. Pemeriksaan dapat membantu membedakan apakah keluhan berasal dari jantung, sistem saraf, metabolisme, hormon, obat-obatan atau faktor lainnya.
Siapa pun yang mengalami keluhan tersebut perlu memperhatikan pola dan gejala penyertanya. Terlebih bagi seseorang yang sudah memiliki riwayat penyakit jantung atau mengalami keluhan berulang. Mayo Clinic menyarankan mendapatkan pertolongan medis segera apabila jantung berdebar disertai nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, pingsan, sesak napas berat atau pusing berat karena kondisi tersebut dapat berkaitan dengan masalah jantung yang membutuhkan penanganan.
etika gemetar atau lemas muncul, seseorang dapat beristirahat dan memperhatikan kondisi tubuh, termasuk apakah sebelumnya kurang tidur, terlambat makan, mengalami tekanan emosional atau mengonsumsi kafein dalam jumlah banyak. Mengurangi kafein dan mendapatkan tidur yang cukup dapat membantu apabila tremor dipicu oleh faktor tersebut. Namun, obat yang sedang dikonsumsi sebaiknya tidak dihentikan atau diubah dosisnya tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Dengan demikian, rasa gemetar dan lemas tidak otomatis berarti kerja jantung sedang bermasalah. Namun, keluhan tersebut juga tidak sebaiknya diabaikan apabila muncul berulang atau disertai gejala seperti jantung berdebar kuat, nyeri dada, sesak napas, pusing berat maupun pingsan. Pemeriksaan tenaga kesehatan menjadi cara yang tepat untuk mengetahui penyebab sebenarnya sehingga penanganan dapat diberikan sesuai kondisi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....