Kesalahan Pemula saat Pertama Kali Gym
- 29 Agt 2026 19:52 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Memulai gym bisa menjadi langkah positif untuk meningkatkan kebugaran. Namun, pemula sering merasa harus langsung mengikuti latihan berat, mencoba banyak alat, atau berolahraga setiap hari agar hasilnya cepat terlihat. Padahal, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan beban dan pola latihan baru.
Kesalahan pertama adalah langsung mengejar beban berat. Beban yang terlalu tinggi dapat membuat teknik gerakan menjadi buruk dan meningkatkan risiko cedera. American College of Sports Medicine(ACSM) merekomendasikan pemula memulai latihan kekuatan dengan beban yang memungkinkan gerakan dilakukan dengan teknik yang benar, kemudian meningkatkan beban secara bertahap seiring kemampuan tubuh berkembang.
Pemula juga sebaiknya tidak mengabaikan teknik gerakan. Squat, deadlift, bench press, dan latihan menggunakan mesin memiliki pola gerakan yang perlu dipelajari. Menambah beban sebelum memahami teknik justru dapat membuat latihan kurang efektif. Jika belum yakin menggunakan alat tertentu, meminta bantuan instruktur gym untuk memperagakan gerakan dapat menjadi pilihan yang lebih aman.
| Baca juga: Manfaat Ikan Kembung untuk Kesehatan |
Kesalahan berikutnya adalah terlalu sering berolahraga karena ingin hasil cepat. Latihan kekuatan memberikan stimulus kepada otot, tetapi tubuh juga membutuhkan waktu untuk pulih. Pedoman aktivitas fisik dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas penguatan otot yang melibatkan kelompok otot utama setidaknya dua hari dalam seminggu.
Jangan pula menganggap rasa sakit sebagai tanda latihan yang berhasil. Rasa pegal setelah latihan, terutama ketika baru memulai aktivitas baru, dapat terjadi. Namun, nyeri tajam, nyeri yang semakin berat, pembengkakan, atau keluhan yang mengganggu gerakan tidak seharusnya dipaksakan. Jika muncul keluhan seperti itu, latihan sebaiknya dihentikan dan kondisi diperiksa oleh tenaga kesehatan bila diperlukan.
Pemula juga sering membuat kesalahan dengan meniru program latihan orang lain. Program yang cocok untuk seseorang belum tentu sesuai untuk orang lain karena tingkat kebugaran, tujuan, pengalaman latihan, dan kondisi tubuh berbeda. Lebih baik menentukan tujuan terlebih dahulu, misalnya ingin meningkatkan kekuatan, kebugaran kardiorespirasi, atau membangun kebiasaan aktif, kemudian memilih latihan yang sesuai.
| Baca juga: Sesak Nafas Malam Hari Nyata |
Selain latihan, pemulihan dan pola makan juga berperan. Tidak perlu langsung melakukan diet ekstrem setelah mendaftar gym. Tubuh membutuhkan energi dan zat gizi untuk menjalankan aktivitas serta mendukung proses pemulihan. Tidur yang cukup juga penting karena pemulihan tidak hanya terjadi ketika sedang berlatih.
Kesalahan lain yang cukup umum adalah terlalu fokus pada hasil dalam waktu singkat. Perubahan komposisi tubuh, kekuatan, atau kebugaran tidak selalu terlihat dalam hitungan hari. Menetapkan target yang realistis dan mencatat perkembangan seperti jumlah repetisi, beban, atau durasi latihan dapat membantu melihat kemajuan yang mungkin tidak langsung terlihat dari perubahan fisik.
Bagi pemula, gym tidak perlu dimulai dengan latihan yang rumit. Mulailah dengan intensitas yang sesuai, pelajari teknik dasar, beri tubuh waktu beradaptasi, dan tingkatkan tantangan secara bertahap. Konsistensi selama berbulan-bulan jauh lebih penting daripada memaksakan latihan berat selama beberapa hari lalu berhenti karena kelelahan atau cedera. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau baru pulih dari cedera, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum memulai program latihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....