Ketika Dunia Khayalan Terasa Nyata

  • 18 Agt 2026 13:52 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pernah nggak, baru rebahan sebentar tapi tiba-tiba sudah punya kehidupan sendiri di kepala? Dari membayangkan percakapan yang belum pernah terjadi, membayangkan bertemu seseorang, sampai tiba-tiba menjadi tokoh utama dalam cerita yang hanya ada di pikiran sendiri, semua itu bisa terjadi ketika seseorang sedang daydreaming. Tanpa sadar, pikiran dapat membawa seseorang pergi jauh dari tempatnya berada, bahkan ketika tubuhnya masih duduk diam di tempat yang sama.

Menurut dictionary.apa.org, daydream merupakan fantasi yang muncul saat seseorang dalam keadaan sadar, ketika berbagai keinginan, harapan, maupun kemungkinan dimainkan dalam imajinasi. Lamunan dapat muncul secara spontan ataupun sengaja. Bagi sebagian orang, aktivitas ini bahkan dapat menjadi ruang untuk mengeksplorasi ide, memahami diri sendiri, hingga membayangkan kemungkinan di masa depan.

Daydreaming juga tidak selalu berarti seseorang sedang menghindari kenyataan. Ketika pikiran tidak sedang terikat pada suatu tugas, pikiran dapat berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Dilansir dari apa.org, manusia memiliki kemampuan untuk tenggelam dalam pikirannya sendiri dan bahkan dapat menikmati waktu yang dihabiskan bersama pikirannya tanpa distraksi dari lingkungan sekitar.

Tidak jarang, lamunan juga menjadi tempat seseorang membangun kehidupan yang berbeda dari kenyataan. Ada yang membayangkan dirinya menjadi tokoh utama dalam sebuah cerita, mengulang percakapan yang seharusnya terjadi, membayangkan bertemu seseorang, atau menciptakan dunia fiksi yang hanya dapat diakses oleh dirinya sendiri.

Imajinasi semacam ini dapat menjadi bentuk hiburan pribadi sekaligus cara sederhana untuk memberikan jeda dari rutinitas. Namun, daydreaming memiliki batas ketika mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

Mengutip dari clevelandclinic.org, dijelaskan bahwa maladaptive daydreaming menggambarkan kondisi ketika seseorang menghabiskan waktu berlebihan dalam lamunan yang sangat hidup dan kompleks hingga mengganggu pekerjaan, kegiatan, hubungan sosial, atau aktivitas lainnya. Istilah ini masih menjadi bidang penelitian dan bukan diagnosis resmi dalam sistem diagnosis gangguan mental.

Karena itu, seseorang yang sering melamun tidak otomatis mengalami maladaptive daydreaming. Lamunan sesekali merupakan bagian dari aktivitas mental manusia dan dapat memiliki fungsi positif. Yang perlu diperhatikan adalah ketika seseorang merasa sulit mengendalikan lamunannya atau mulai lebih memilih dunia khayalan hingga kehidupan nyata dan tanggung jawab sehari-hari terabaikan.

Pada akhirnya, tidak semua ruang di dalam kepala harus dianggap sebagai sesuatu yang buruk. Terkadang, membiarkan pikiran mengembara justru menjadi kesempatan untuk beristirahat, berimajinasi, atau mengenali apa yang sebenarnya kita inginkan.

Selama masih dapat kembali ke dunia nyata dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik, sesekali tenggelam dalam dunia khayalan bukanlah sesuatu yang perlu dipermalukan. Bisa jadi, di tengah kesibukan dunia nyata, pikiran memang hanya sedang meminta sedikit ruang untuk bernapas.

(Sumber: SalshaKhoerunisa_TelkomUniversityBandung)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....