Penyakit Kulit Pengaruhi Kesehatan Psikologis dan Biologis

  • 03 Agt 2026 08:35 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Dunia medis kini menemukan bahwa hubungan antara penyakit kulit kronis (seperti eksim, psoriasis, dan jerawat) dan masalah kesehatan mental tidak hanya bersifat psikologis melainkan biologis. Profesor Mohammad Jafferany menjelaskan bahwa kulit dan otak berkomunikasi secara konstan melalui jaringan sinyal dua arah yang rumit.

Dilansir dari Nationalgeographic.com, Senin 3 Agustus 2026, sistem sinyal yang dikenal sebagai skin-brain axis ini menghubungkan sistem imun, saraf, dan endokrin secara mendalam. Penelitian mencatat sekitar 30 persen penderita penyakit kulit kronis seperti jerawat dan eksim juga mengalami gangguan kecemasan atau depresi.

Keterikatan erat ini bermula sejak fase embrio di mana kulit dan otak berkembang dari lapisan jaringan yang sama yaitu ektoderm. Peneliti Mariana Ramirez Posada mengungkapkan bahwa stres memicu hormon kortisol yang memperparah peradangan kulit serta merusak lapisan pelindungnya.

Komunikasi biologis ini juga berlaku sebaliknya ketika peradangan kronis pada kulit menghasilkan molekul imun berupa sitokin ke dalam aliran darah. Molekul sitokin tersebut kemudian berinteraksi dengan neurotransmiter otak seperti serotonin dan dopamin yang mengatur suasana hati serta tidur.

Temuan ini mendorong para ilmuwan menduga bahwa obat peradangan kulit berpotensi digunakan untuk mengobati beberapa bentuk gangguan depresi. Profesor James Murrough menegaskan bahwa stres psikososial terbukti meningkatkan penanda inflamasi dalam darah yang mengaktifkan sistem kekebalan tubuh.

Seiring berkembangnya riset, para ahli mendesak adanya integrasi layanan antara spesialis dermatologi dan psikiatri dalam merawat pasien. Di sisi lain, pendekatan precision psychodermatology berbasis kecerdasan buatan mulai dikembangkan untuk menentukan terapi spesifik sesuai kondisi biologis pasien.

Perkembangan riset interaksi kulit dan otak ini serupa dengan penemuan ilmiah mengenai hubungan erat antara kesehatan usus dan fungsi otak. Kedua penemuan medis tersebut membuktikan bahwa organ tubuh manusia saling terhubung secara biologis dalam memengaruhi kesehatan mental.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....