Dinkes Kabupaten Cirebon Mulai Program Skrining TB Terintegrasi CKG pada Agustus
- 27 Jul 2026 23:23 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mengintegrasikan skrining tuberkulosis (TB) dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mulai Agustus hingga November 2026. Program ini diprioritaskan bagi kontak erat pasien TB serta kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi tertular penyakit tersebut.
Skrining tuberkulosis (TB) yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) akan dilaksanakan secara bertahap di Kabupaten Cirebon mulai Agustus hingga November 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan penemuan kasus TB agar penanganan dapat dilakukan lebih dini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Mona Isabella Saragih, mengatakan sasaran utama skrining adalah kontak serumah dan kontak erat penderita TB. Menurutnya, kelompok tersebut memiliki risiko penularan paling tinggi sehingga menjadi prioritas pemeriksaan.
"Skrining TB itu diprioritaskan kepada kontak erat dan kontak serumah. Kontak erat adalah orang yang sehari-hari berinteraksi dengan penderita, misalnya tetangga, rekan kerja, atau orang yang sering bersama dalam aktivitas sehari-hari," katanya saat ditemui RRI pada Jumat 24 Juli 2026.
Setelah menyasar kontak erat, skrining diperluas kepada kelompok berisiko, seperti bayi dengan stunting, ibu hamil, penderita hipertensi, diabetes melitus, HIV, hingga masyarakat yang tinggal bersama dalam jumlah besar di lingkungan tertutup seperti pesantren maupun lembaga pemasyarakatan.
Pelaksanaan skrining dilakukan secara bergilir di setiap wilayah. Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan melalui dua metode, yakni skrining berdasarkan tanda dan gejala serta pemeriksaan menggunakan alat rontgen (X-ray) di lokasi tertentu.
Ia menambahkan, setiap puskesmas telah memiliki data penderita TB beserta kontak eratnya melalui programmer TB dan kader TB di desa. Data tersebut digunakan untuk mengundang masyarakat yang menjadi sasaran agar mengikuti pemeriksaan CKG sesuai jadwal yang telah ditentukan.
"Kan setiap puskesmas itu kita punya programmer TB Paru dan setiap desa itu punya kader TB. Jadi masing-masing puskesmas sudah tahu, sasaran mereka penderita mereka berapa, kemudian sasarannya itu ada berapa. Dan nanti juga kita melibatkan kader TB, merekalah yang akan bertugas membantu kita mengundang kontak erat dan kontak serumah tadi untuk datang di tanggal yang ditentukan untuk pemeriksaan CKG,” katanya.
Berdasarkan capaian program TB hingga Juni 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon telah menemukan 24.951 orang terduga TB. Setelah dilakukan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM), sebanyak 4.487 orang dinyatakan positif TB. Angka tersebut telah mencapai 44,2 persen dari target penemuan kasus tahun 2026.
Bagi masyarakat yang dinyatakan positif TB, Dinas Kesehatan akan melanjutkan pemeriksaan melalui Tes Cepat Molekuler dan memberikan pengobatan selama enam bulan secara gratis. Ia mengimbau masyarakat menjaga kebersihan diri dan lingkungan, memastikan rumah memiliki ventilasi yang baik, menerapkan pola hidup sehat, serta menggunakan masker bagi penderita TB agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....