Kebiasaan yang Dapat Menurunkan Daya Ingat
- 31 Jul 2026 00:23 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Daya ingat tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia, tetapi juga kebiasaan sehari-hari. Tanpa disadari, beberapa rutinitas yang tampak sepele dapat memengaruhi fungsi otak, termasuk kemampuan mengingat, berkonsentrasi, dan memproses informasi. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut berpotensi meningkatkan risiko penurunan fungsi kognitif.
Salah satu kebiasaan yang paling sering dilakukan adalah kurang tidur. Saat tidur, otak memproses dan menyimpan informasi yang diperoleh sepanjang hari menjadi memori jangka panjang. Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), tidur yang cukup berperan penting dalam proses pembelajaran, konsolidasi memori, dan menjaga kesehatan otak secara keseluruhan. Sebaliknya, kurang tidur dapat membuat seseorang lebih sulit berkonsentrasi dan mudah lupa.
Kebiasaan jarang bergerak atau kurang berolahraga juga dapat memengaruhi daya ingat. Aktivitas fisik membantu meningkatkan aliran darah ke otak sehingga sel-sel otak memperoleh oksigen dan nutrisi yang cukup. Penelitian yang dipublikasikan dalam Nature Reviews Neuroscience oleh Cotman, Berchtold, dan Christie (2007) menunjukkan bahwa olahraga secara teratur dapat mendukung fungsi otak, meningkatkan kemampuan belajar, serta membantu mempertahankan fungsi memori.
| Baca juga: Emosi yang Dipendam, Apa Dampaknya? |
Selain itu, pola makan yang tinggi gula tambahan dan makanan ultra-proses juga perlu diwaspadai. Konsumsi berlebihan makanan jenis ini dikaitkan dengan peradangan dan gangguan metabolisme yang dapat berdampak pada kesehatan otak. Harvard T.H. Chan School of Public Health menjelaskan bahwa pola makan kaya sayur, buah, biji-bijian utuh, ikan, dan lemak sehat lebih baik untuk mendukung fungsi kognitif dibandingkan pola makan tinggi gula dan lemak jenuh.
Stres berkepanjangan juga menjadi salah satu penyebab menurunnya daya ingat. Ketika tubuh terus-menerus memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi, fungsi hippocampus bagian otak yang berperan penting dalam pembentukan memori dapat terganggu. Menurut American Psychological Association (APA), stres kronis tidak hanya memengaruhi kesehatan mental, tetapi juga kemampuan seseorang untuk belajar dan mengingat informasi.
Kebiasaan terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar tanpa jeda juga dapat mengurangi fokus dan konsentrasi. Paparan informasi yang terus-menerus membuat otak sulit memproses dan menyimpan informasi secara efektif. Memberikan waktu istirahat dari gawai serta melakukan aktivitas seperti membaca buku, berbincang, atau berjalan kaki dapat membantu menjaga fungsi kognitif.
| Baca juga: Tips Membatasi Asupan Gula Harian |
Tak kalah penting, merokok dan konsumsi alkohol berlebihan juga dapat berdampak negatif terhadap kesehatan otak. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa merokok dapat meningkatkan risiko gangguan pembuluh darah yang memengaruhi fungsi otak, sementara konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang dapat mengganggu kemampuan berpikir, belajar, dan mengingat.
Untuk membantu menjaga daya ingat, biasakan tidur selama 7–9 jam setiap malam, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mengelola stres, serta tetap aktif secara mental dengan membaca, belajar hal baru, atau bermain permainan yang melatih otak. Kombinasi kebiasaan sehat tersebut dapat membantu menjaga fungsi otak tetap optimal sekaligus menurunkan risiko penurunan kognitif seiring bertambahnya usia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....