Melalui RSBM, Puskesmas Sitopeng Cirebon Jamin Keselamatan Ibu Hamil

  • 30 Jun 2026 13:14 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kolaborasi antara Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon dengan rumah sakit dan dokter spesialis terus diperkuat untuk mempercepat penanganan ibu hamil berisiko tinggi melalui sistem skrining, konsultasi, dan rujukan yang terintegrasi. Upaya tersebut disampaikan dalam Dialog Cirebon Menyapa bertema Menguatkan Peran Bidan dalam Mendukung Kesehatan Keluarga Indonesia dalam rangka memperingati Hari Bidan Nasional pada Rabu, 24 Juni 2026, sebagai langkah meningkatkan keselamatan ibu dan bayi.

Sistem kolaborasi tersebut dijalankan melalui program Rumah Sakit Berbasis Masyarakat (RSBM) yang menghubungkan tenaga kesehatan di puskesmas dengan dokter spesialis di rumah sakit. Program itu memungkinkan ibu hamil yang memiliki faktor risiko memperoleh pemeriksaan lanjutan tanpa harus menunggu proses rujukan yang panjang.

Kepala Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon dr. H. Eko Dewantoro mengatakan dokter spesialis kandungan secara berkala datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil yang telah melalui proses skrining oleh tenaga kesehatan. "Di sini ada dokter umum dari rumah sakit yang sebulan sekali ke puskesmas untuk melakukan screening dan pemeriksaan. Pasien yang memang berisiko tinggi dikumpulkan, kemudian dokter kandungan datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan dan screening," ujar Eko.

Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan apakah pasien dapat tetap menjalani pemantauan di puskesmas atau harus segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan lanjutan. Langkah tersebut dinilai mampu mempercepat pengambilan keputusan medis sekaligus mengurangi keterlambatan penanganan pada ibu hamil berisiko tinggi.

Selain pelayanan langsung di puskesmas, koordinasi antar fasilitas kesehatan juga dilakukan melalui grup WhatsApp yang melibatkan dokter kandungan, bidan, dokter puskesmas, dan kepala puskesmas. Media komunikasi tersebut dimanfaatkan untuk memperoleh informasi ketersediaan rumah sakit tujuan ketika pasien membutuhkan rujukan dalam kondisi mendesak.

"Kita juga ada grup WhatsApp RSBM. Di situ ada dokter kandungan, bidan, kepala puskesmas, kemudian dokter yang lain. Ketika perlu rujukan dan rumah sakit penuh, kita minta informasi di sana supaya ibu hamil bisa cepat masuk ke rumah sakit," kata Eko.

Ia menambahkan komunikasi langsung dengan dokter spesialis juga dilakukan apabila seluruh rumah sakit tujuan sedang penuh sehingga pasien tetap dapat segera memperoleh tempat perawatan. "Kadang-kadang kita telepon dokter RSBM untuk membantu ketika ada pasien yang memang harus ke rumah sakit, sehingga ibu hamil itu tidak terlambat untuk dirujuk ke rumah sakit," ucap Eko.

Melalui kolaborasi tersebut, Puskesmas Sitopeng berharap pelayanan kesehatan ibu hamil dapat berlangsung lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi sehingga risiko komplikasi kehamilan maupun keterlambatan penanganan dapat terus ditekan di wilayah kerjanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....