Waspadai Bahaya Serangan Vertigo

  • 16 Mei 2026 10:05 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Sensasi pusing berputar atau vertigo sering kali datang tanpa permisi dan mengganggu aktivitas harian. Kondisi ini bukan sekadar pusing biasa, melainkan sebuah sinyal gangguan pada sistem keseimbangan tubuh manusia.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada karena serangan ini bisa memicu risiko cedera fatal akibat terjatuh secara mendadak. Penting bagi kita semua untuk mengenali alarm awal yang diberikan oleh tubuh saat vertigo akan menyerang.

Gejala umum yang sering dilaporkan meliputi pandangan yang mendadak goyang, mual, muntah, hingga telinga yang berdenging hebat. Ketika tanda-tanda tersebut mulai terasa, langkah pertama yang wajib diambil adalah mencari tempat aman untuk bersandar.

Jika serangan datang secara tiba-tiba, masyarakat disarankan untuk segera duduk atau berbaring di tempat yang datar. Hindari gerakan kepala secara mendadak karena perubahan posisi yang terlalu cepat akan memperburuk ilusi berputar di otak.

Memejamkan mata atau memfokuskan pandangan pada satu objek diam juga dapat membantu meredakan tingkat keparahan sensasi tersebut. Faktor gaya hidup disinyalir menjadi salah satu pemicu utama yang membuat seseorang rentan mengalami kekambuhan vertigo.

Konsumsi makanan yang tinggi garam, kafein berlebih, serta konsumsi alkohol dapat memengaruhi kestabilan cairan di dalam telinga bagian dalam. Oleh karena itu, menjaga hidrasi tubuh dengan minum air putih yang cukup menjadi langkah preventif yang sangat dianjurkan.

BACA JUGA : Bupati Dian: Melayani dengan Keikhlasan

Selain pola makan, kebiasaan saat bangun tidur di pagi hari juga memegang peranan penting bagi para penderita. Saat terjaga, jangan langsung mengubah posisi tubuh dari berbaring langsung berdiri tegak secara tergesa-gesa.

Alangkah baiknya untuk duduk tenang di tepi tempat tidur selama beberapa menit agar aliran darah dan sistem vestibular beradaptasi. Dunia medis internasional pun terus menyoroti pentingnya penanganan yang tepat dan cepat terhadap gangguan orientasi spasial ini.

Terkait hal tersebut, Dr. Jeffrey P. Staab, seorang ahli neurotologi terkemuka dalam publikasinya di jurnal kedokteran dunia The Lancet Neurology, menegaskan dampak klinis dari kondisi ini. "Vertigo bukan sekadar gejala sensorik, melainkan kegagalan integrasi multisensorik di otak yang jika diabaikan dapat menurunkan kualitas hidup pasien secara drastis," katanya.

BACA JUGA : Tambakbaya jadi model desa inklusif disabilitas

Meskipun sebagian besar kasus vertigo bersifat perifer atau tidak mengancam jiwa, masyarakat tetap harus mewaspadai tanda bahaya (red flags). Serangan vertigo yang patut diwaspadai adalah yang datang bersamaan dengan gejala saraf lainnya.

Jika pusing berputar disertai dengan kesulitan berbicara, mati rasa pada anggota gerak, atau pandangan ganda, maka penanganan darurat medis mutakhir harus segera dilakukan. Segera konsultasikan keluhan Anda ke dokter spesialis saraf atau THT terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan terapi yang tepat.

Menjaga pola hidup sehat dan tanggap terhadap sinyal tubuh adalah kunci utama dalam mencegah bahaya serangan vertigo.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....