Waspada, Sering Ngilu Minum Dingin Bisa Jadi Tanda Gigi Berlubang

  • 12 Mei 2026 16:04 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Gigi berlubang ternyata tidak selalu ditandai lubang yang terlihat jelas pada permukaan gigi, karena kondisi tersebut dapat diawali dengan gejala ringan seperti bau mulut hingga rasa ngilu saat mengonsumsi makanan atau minuman dingin. Hal itu disampaikan Dokter Pelaksana Talkdent Cirebon, drg. Gema Nurqolbi Amalia, MMRS, dalam dialog Indonesia Sehat bertema Gigi Berlubang di RRI Cirebon pada Jumat, 8 Mei 2026, sebagai pengingat agar masyarakat lebih peka terhadap tanda awal kerusakan gigi.

Dalam dialog tersebut, drg. Gema menjelaskan bahwa banyak masyarakat datang berobat ketika kondisi gigi sudah terlambat ditangani hingga menimbulkan nyeri berdenyut atau pembengkakan. Padahal, tubuh sebenarnya telah memberikan sinyal awal sebelum kerusakan gigi berkembang menjadi lebih parah.

Ia mengatakan, “Tanda-tanda khusus biasanya dari bau mulut tuh. Pertama bau mulut kok rasanya enggak enak. Itu juga harus cek. Yang kedua, linu-linu kayak minum dingin.” ujarnya. Lebih lanjut menurutnya, kondisi tersebut perlu diwaspadai meskipun secara kasat mata lubang pada gigi belum terlihat jelas.

drg. Gema menuturkan, rasa sensitif pada gigi sering kali muncul akibat lapisan enamel atau pelindung terluar gigi mulai terkikis oleh asam yang berasal dari makanan, minuman, maupun kebiasaan merokok. Kondisi itu menyebabkan gigi menjadi lebih peka terhadap suhu dingin, panas, atau rasa tertentu.

Ia mengatakan, “Itu belum sampai berlubang, tapi baru mengikis enamel,” saat menjelaskan perbedaan antara gigi sensitif dengan gigi berlubang. Menurutnya, gigi sensitif dapat menjadi tanda awal kerusakan gigi sehingga perlu mendapat perhatian sebelum berkembang menjadi lubang yang lebih serius.

Terkait penggunaan pasta gigi khusus gigi sensitif, drg. Gema menilai langkah tersebut dapat dilakukan untuk membantu melindungi gigi, namun tidak menjadi solusi pengobatan apabila kerusakan sudah terjadi. Ia mengatakan, “Memang betul melindungi saja, tapi tidak mengobati,” saat menjelaskan fungsi pasta gigi untuk gigi sensitif yang banyak beredar di pasaran.

Sebagai langkah pencegahan, ia mengimbau masyarakat menjaga kebersihan gigi dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari, yakni setelah sarapan dan sebelum tidur malam, serta mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah-buahan. Menurutnya, penggunaan pasta gigi berfluoride dan pemeriksaan ke dokter gigi setiap enam bulan sekali juga penting dilakukan untuk mencegah kerusakan gigi menjadi lebih parah.

Ia menambahkan, masyarakat tetap dapat menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif apabila mulai merasakan gejala ngilu pada gigi. Namun, pemeriksaan ke dokter gigi tetap diperlukan agar penyebab sensitif pada gigi dapat diketahui secara pasti dan memperoleh penanganan yang tepat sebelum berkembang menjadi gigi berlubang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....