Cegah Gigi Berlubang, Mulut Bayi Dibersihkan usai Minum Susu
- 09 Mei 2026 12:48 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Gigi berlubang ternyata tidak hanya dialami anak-anak maupun orang dewasa, tetapi juga dapat terjadi pada bayi yang masih menyusu apabila kebersihan rongga mulut tidak dijaga dengan baik setelah pemberian ASI maupun susu formula. Hal itu disampaikan Dokter Pelaksana Talkdent Cirebon, drg. Gema Nurqolbi Amalia, MMRS, dalam dialog Indonesia Sehat bertema Gigi Berlubang di RRI Cirebon, Jumat, 8 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sisa susu yang menempel pada gigi dan gusi bayi dapat berubah menjadi plak apabila tidak segera dibersihkan. Kondisi tersebut kemudian bercampur dengan bakteri di dalam mulut hingga memicu munculnya karies atau gigi berlubang.
Risiko gigi berlubang dinilai lebih besar apabila bayi sering mengonsumsi susu formula yang memiliki kandungan gula lebih tinggi. Menurutnya, kebersihan rongga mulut bayi perlu dijaga sejak dini untuk mencegah kerusakan gigi.
drg. Gema mengatakan, “Biasanya anak kecil kita baru menyusui itu ASI, biasanya kadang orang tua suka habis mengasihi ASI, kadang lupa enggak dibersihin lagi. Jadinya muncul lah karies,” katanya. Menurutnya, banyak orang tua yang belum memahami bahwa kebersihan mulut bayi tetap harus dijaga meskipun gigi anak belum tumbuh sempurna.
Ia menuturkan, sisa ASI maupun susu formula yang menempel terlalu lama pada rongga mulut bayi akan membentuk lapisan plak yang menjadi tempat berkembangnya bakteri. Kondisi tersebut kemudian memicu kerusakan pada permukaan gigi dan menyebabkan timbulnya lubang pada gigi anak.
Menurut drg. Gema, susu formula juga memiliki risiko lebih tinggi dalam memicu gigi berlubang karena kandungan gulanya lebih banyak dibandingkan ASI. Ia mengatakan, “kalau susu formula itu otomatis udah ada gulanya kan,” ucapnya.
| Baca juga: Manfaat Ikan Kembung untuk Kesehatan |
Ia juga menjelaskan bahwa gigi memiliki tiga lapisan utama, yakni enamel sebagai lapisan keras terluar, dentin sebagai lapisan kedua yang lebih lunak, serta pulpa yang berada di bagian dalam dan berisi saraf serta pembuluh darah. Kerusakan gigi yang terus dibiarkan dapat mencapai lapisan saraf dan menyebabkan rasa nyeri maupun linu pada anak.
Selain disebabkan sisa susu, gigi berlubang juga dapat dipicu oleh sisa makanan, bakteri, serta kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis yang meninggalkan gula pada sela-sela gigi. Penumpukan plak yang tidak dibersihkan secara rutin lama-kelamaan dapat berkembang menjadi karang gigi dan memicu kerusakan lebih lanjut.
Untuk mencegah kondisi tersebut, drg. Gema menyarankan orang tua membersihkan rongga mulut bayi setelah menyusu menggunakan kasa atau kain lembut yang dililitkan pada jari. Ia juga menyarankan agar anak dibiasakan berkumur air putih setelah minum susu.
Ia mengatakan, “Kalau yang bayi itu biasanya pakai jari tuh, pakai kasa aja cukup, gitu, dibersihin,” ujarnya. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut bayi sejak usia dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....