Pentingnya Memahami Kebutuhan Elektrolit saat Olahraga Lari
- 23 Apr 2026 11:53 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Kebutuhan elektrolit saat berlari menjadi perhatian penting seiring meningkatnya aktivitas olahraga masyarakat, terutama bagi pelari dengan intensitas tinggi, sementara minuman isotonik lebih berperan dalam membantu proses rehidrasi tubuh. Dokter umum rumah sakit di Kabupaten Cirebon, dr. Jose Arimathea, menilai tidak semua pelari membutuhkan elektrolit, namun kebutuhannya bergantung pada durasi, intensitas, serta jumlah keringat yang dikeluarkan selama berlari.
Ia menjelaskan pada pelari dengan kondisi normal dan intensitas ringan, asupan cairan dari air putih umumnya sudah cukup untuk menjaga keseimbangan tubuh. Namun, kebutuhan elektrolit akan meningkat pada pelari jarak jauh atau aktivitas dengan durasi lama yang memicu kehilangan cairan dan mineral lebih besar.
“Kalau di populasi yang sehat, yang normal itu biasanya sih nggak terlalu ya. Kecuali khususnya pelari pemula kan tidak terlalu tinggi intensitasnya. Mungkin untuk asupan elektrolit lebih diperlukan untuk pelari yang lebih tingkat intensitasnya lebih tinggi,” ujarnya kepada RRI Kamis 23 April 2026.
Ia menambahkan tanda tubuh kekurangan elektrolit biasanya ditandai dengan munculnya kram otot, lemas, hingga penurunan performa saat berlari. Kondisi tersebut menunjukkan tubuh membutuhkan penggantian cairan dan mineral yang hilang selama aktivitas fisik.
Dokter Jose juga menjelaskan bahwa minuman isotonik dapat membantu proses rehidrasi karena kandungannya menyerupai cairan tubuh, sehingga lebih cepat diserap. Sementara itu, elektrolit berfungsi menggantikan mineral penting yang hilang, terutama pada aktivitas dengan intensitas tinggi.
Ia mengingatkan bahwa konsumsi isotonik maupun elektrolit harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan tidak berlebihan. Pelari juga dapat membuat larutan elektrolit sederhana sebagai alternatif untuk menjaga keseimbangan cairan.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya memperhatikan tanda dehidrasi seperti mual, muntah, dan gangguan pencernaan saat berlari. Oleh karena itu, pelari disarankan menjaga asupan cairan secara bertahap agar performa tetap optimal dan terhindar dari risiko kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....