Confirmation Bias, ketika Kita Cenderung Percaya Informasi yang Sesuai Pendapat

  • 08 Apr 2026 18:06 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pernah merasa berita yang Anda baca “selalu benar” karena sesuai dengan pendapat pribadi? Atau justru langsung menolak informasi yang berbeda? Fenomena ini dikenal sebagai confirmation bias, yaitu kecenderungan manusia untuk mempercayai informasi yang sejalan dengan keyakinannya sendiri.

Dalam psikologi, confirmation bias adalah cara berpikir yang membuat seseorang mencari, menafsirkan, dan mengingat informasi yang mendukung pendapatnya, sambil mengabaikan fakta yang bertentangan. Dilansir dari Britannica, bias ini membuat orang lebih fokus pada informasi yang konsisten dengan keyakinannya dan cenderung mengabaikan hal yang tidak sesuai .

Fenomena ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terutama di era digital. Misalnya, seseorang yang memiliki pandangan politik tertentu cenderung hanya mengikuti media atau akun yang mendukung pandangannya. Ketika muncul informasi yang berlawanan, ia bisa langsung menganggapnya salah atau tidak valid. Scribbr menjelaskan bahwa manusia memang cenderung menerima informasi yang sesuai dengan keyakinannya dan menolak yang bertentangan, bahkan tanpa disadari .

Salah satu alasan utama confirmation bias terjadi adalah cara kerja otak yang ingin efisien. Kita dibanjiri informasi setiap hari, sehingga otak memilih jalan cepat dengan menyaring informasi yang terasa “cocok” dengan apa yang sudah kita percaya. Selain itu, ada faktor emosional—informasi yang mendukung keyakinan membuat kita merasa benar dan nyaman. Sebaliknya, informasi yang bertentangan bisa menimbulkan ketidaknyamanan atau bahkan ancaman terhadap identitas diri .

Bias ini juga diperkuat oleh kebiasaan mencari “bukti pembenaran”. Simply Psychology menyebut bahwa manusia cenderung mencari informasi yang menguatkan hipotesisnya dan mengabaikan alternatif lain . Akibatnya, kita bisa terjebak dalam “ruang gema” (echo chamber), di mana semua informasi yang kita konsumsi hanya memperkuat satu sudut pandang.

Dampaknya cukup besar. Confirmation bias dapat membuat seseorang sulit menerima kritik, memperkuat kesalahpahaman, bahkan menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memicu polarisasi, baik dalam hubungan sosial maupun masyarakat secara luas.

Namun, bias ini bukan berarti tidak bisa dikendalikan. Kesadaran adalah langkah pertama. Dengan membiasakan diri untuk membaca berbagai sudut pandang, memverifikasi informasi, dan terbuka terhadap perbedaan, kita bisa mengurangi pengaruh confirmation bias.

Pada akhirnya, merasa yakin terhadap pendapat sendiri adalah hal wajar. Namun, menjadi bijak berarti berani mempertanyakan keyakinan tersebut. Karena kebenaran tidak selalu datang dari apa yang ingin kita dengar, tetapi dari apa yang berani kita uji.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....