Projection, Menilai Orang dari Perasaan Sendiri

  • 08 Apr 2026 17:49 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID. Cirebon - Pernahkah Anda merasa orang lain terlihat marah, padahal sebenarnya tidak ada tanda yang jelas? Atau mungkin Anda menilai seseorang tidak jujur tanpa bukti kuat? Bisa jadi, tanpa sadar, kita sedang melakukan projection atau proyeksi psikologis, menilai orang lain berdasarkan perasaan sendiri.

Dalam psikologi, projection adalah mekanisme pertahanan diri ketika seseorang “memindahkan” pikiran, emosi, atau sifat yang dimiliki dalam dirinya ke orang lain. Dilansir dari Britannica, proyeksi terjadi ketika seseorang menganggap apa yang ada dalam dirinya sebagai sesuatu yang dimiliki orang lain . Artinya, apa yang kita rasakan di dalam, kita lihat seolah-olah berasal dari luar.

Fenomena ini sering terjadi tanpa disadari. Misalnya, seseorang yang sebenarnya merasa tidak percaya diri bisa menganggap orang lain meremehkannya. Atau seseorang yang menyimpan rasa marah justru menilai orang lain sebagai sosok yang agresif. Dilansir dari Healthline, proyeksi membuat seseorang menempatkan emosi yang tidak diinginkan kepada orang lain agar tidak perlu mengakuinya dalam diri sendiri .

Alasan utama seseorang melakukan proyeksi adalah sebagai bentuk perlindungan diri. Ketika ada perasaan yang tidak nyaman—seperti rasa bersalah, malu, atau iri—otak berusaha “mengeluarkannya” agar tidak terlalu membebani. Dalam konteks ini, proyeksi menjadi cara untuk menjaga citra diri tetap baik. Medical News Today menyebut bahwa mekanisme ini membantu seseorang mengurangi stres emosional dengan mengalihkan perasaan tersebut ke orang lain .

Namun, dampak proyeksi tidak selalu positif. Dalam hubungan sosial, proyeksi bisa menimbulkan kesalahpahaman dan konflik. Seseorang bisa menuduh tanpa dasar, merasa diserang padahal tidak, atau bahkan merusak hubungan karena asumsi yang keliru. Forbes Health menjelaskan bahwa proyeksi dapat membuat seseorang percaya orang lain memiliki perasaan yang sebenarnya berasal dari dirinya sendiri .

Menariknya, proyeksi juga bisa terjadi dalam bentuk yang lebih halus dan bahkan positif. Misalnya, saat kita merasa bahagia, kita cenderung melihat orang lain juga bahagia. Namun, jika emosi yang diproyeksikan bersifat negatif, dampaknya bisa lebih besar dan merugikan.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda proyeksi dalam diri. Salah satunya adalah ketika kita terlalu cepat menilai orang lain tanpa bukti jelas. Dengan meningkatkan kesadaran diri, belajar menerima emosi, dan berani mengakui kekurangan, kita bisa mengurangi kecenderungan ini.

Pada akhirnya, memahami projection membantu kita melihat bahwa tidak semua penilaian terhadap orang lain adalah realitas. Kadang, itu hanyalah cerminan dari apa yang kita rasakan di dalam diri sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....