Herd Mentality, Kenapa Kita Ikut Panik saat Orang Lain Panik
- 08 Apr 2026 17:18 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin pernah merasakan situasi di mana kepanikan menyebar begitu cepat. Misalnya saat terjadi bencana, isu kelangkaan barang, atau bahkan kabar viral di media sosial. Tanpa sadar, kita ikut terbawa suasana dan bertindak sama seperti orang lain. Fenomena ini dikenal sebagai herd mentality atau mentalitas kawanan.
Secara sederhana, herd mentality adalah kecenderungan seseorang untuk mengikuti perilaku, emosi, atau keputusan kelompok, sering kali tanpa berpikir kritis. Dilansir dari PsychCentral, manusia secara alami cenderung meniru orang lain, bahkan tanpa komunikasi langsung, dan sering tidak menyadari bahwa mereka sedang dipengaruhi . Inilah alasan mengapa kepanikan bisa menyebar seperti efek domino.
Salah satu penyebab utama kita ikut panik adalah rasa ketidakpastian. Saat menghadapi situasi yang tidak jelas, otak mencari “petunjuk” dari lingkungan sekitar. Jika banyak orang terlihat takut atau panik, kita menganggap bahwa mereka memiliki informasi yang benar, sehingga kita ikut bereaksi sama. Penelitian juga menunjukkan bahwa dalam kondisi negatif atau berbahaya, manusia cenderung lebih mudah meniru perilaku orang lain .
Selain itu, ada dorongan kuat untuk merasa aman dan diterima dalam kelompok. Dalam psikologi sosial, hal ini disebut sebagai kebutuhan akan belonging. Dilansir dari EBSCO, individu sering menyesuaikan perilaku mereka dengan kelompok demi menghindari perasaan terasing atau berbeda . Dalam konteks panik, mengikuti orang lain terasa lebih aman dibanding mengambil keputusan sendiri.
Faktor lain yang memperkuat fenomena ini adalah “social proof” atau pembenaran sosial. Ketika banyak orang melakukan hal yang sama, kita cenderung menganggap itu sebagai tindakan yang benar. Misalnya, saat terjadi panic buying, orang membeli barang berlebihan bukan karena benar-benar butuh, tetapi karena melihat orang lain melakukannya.
Namun, herd mentality tidak selalu berdampak buruk. Dalam beberapa situasi, mengikuti kelompok bisa membantu kita bertindak cepat, terutama dalam keadaan darurat. Tetapi, sisi negatifnya adalah kita bisa kehilangan kemampuan berpikir kritis, mudah termakan hoaks, dan bahkan membuat keputusan yang merugikan.
Pada akhirnya, memahami herd mentality penting agar kita tidak mudah terbawa arus. Dengan tetap tenang, memverifikasi informasi, dan berani berpikir mandiri, kita bisa menghindari kepanikan massal yang tidak perlu. Karena tidak semua yang dilakukan banyak orang selalu benar—kadang, yang paling bijak justru adalah berhenti sejenak dan berpikir sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....