Studi Temukan Tiga Subtipe Baru Gangguan ADHD
- 05 Mar 2026 08:35 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Penelitian pencitraan otak terbaru yang dirilis pada akhir Februari 2026 mengungkapkan bahwa ADHD bukan sekadar satu gangguan tunggal. Tim peneliti internasional menganalisis jaringan materi abu-abu pada 446 anak dan menemukan tiga subtipe dengan tanda saraf yang berbeda.
Dilansir dari Nationalgeographic.com, subtipe pertama ditandai dengan gangguan pada sirkuit emosi dan kendali impuls yang melibatkan korteks prefrontal. Kelompok ini menunjukkan gejala inatensi dan hiperaktivitas klasik yang disertai dengan kesulitan emosional yang cukup parah.
Anak-anak pada kelompok pertama ini sering mengalami ledakan emosi, agresi, serta risiko masalah kejiwaan yang lebih besar di masa depan. Para ahli berpendapat bahwa intervensi klinis sejak dini sangat diperlukan bagi pasien yang masuk dalam kategori biotipe ini.
Subtipe kedua lebih menonjolkan perilaku hiperaktif dan impulsif dibandingkan dengan masalah fokus atau perhatian. Peneliti menggambarkan kondisi ini seperti kemacetan pada sirkuit kendali di mana rem perilaku tidak bekerja secara sinkron.
Secara klinis, pasien kelompok kedua ini sering terlihat sangat gelisah, suka menyela pembicaraan, dan bertindak sebelum berpikir. Hal tersebut terjadi karena adanya gangguan pada konektivitas otak yang mengatur fungsi inhibisi atau hambatan perilaku.
Subtipe ketiga berkaitan dengan gangguan pada area otak yang mendukung memori kerja dan fokus berkelanjutan. Pasien dalam kelompok ini cenderung hanya mengalami masalah inatensi tanpa disertai dengan perilaku hiperaktif yang mengganggu.
Gejala pada biotipe ketiga ini sering kali lebih halus sehingga lebih sulit dideteksi dan lebih sering ditemukan pada anak perempuan. Mereka mungkin berjuang secara akademik selama bertahun-tahun sebelum akhirnya mendapatkan perhatian medis dan diagnosis yang tepat.
Meskipun temuan ini memberikan validasi biologis, diagnosis ADHD saat ini tetap didasarkan pada evaluasi perilaku, bukan pemindaian otak. Peneliti berharap pemahaman tentang variasi biologis ini dapat membantu dokter menentukan jenis pengobatan yang lebih akurat di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....