Energi Lebih Stabil di Minggu Kedua Puasa

  • 25 Feb 2026 11:33 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Banyak orang merasakan hal yang sama setiap Ramadhan dimana minggu pertama terasa berat, tetapi memasuki minggu kedua, tubuh mulai terasa lebih ringan dan energi lebih stabil. Rasa lemas berkurang, fokus meningkat, bahkan aktivitas terasa lebih lancar. Apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh?

Di awal puasa, tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan pola makan dan tidur. Penelitian dalam Journal of Nutrition and Metabolism menjelaskan bahwa perubahan jadwal makan memengaruhi metabolisme dan kadar gula darah dalam beberapa hari pertama sebelum akhirnya mencapai keseimbangan baru.

Memasuki minggu kedua, tubuh mulai lebih efisien menggunakan cadangan energi. Studi yang dipublikasikan dalam Annual Review of Nutrition menyebutkan bahwa saat asupan makanan dibatasi dalam periode tertentu, tubuh meningkatkan fleksibilitas metabolik, yaitu kemampuan beralih dari penggunaan glukosa ke lemak sebagai sumber energi.

Proses ini dikenal sebagai metabolic switching. Penelitian dalam Cell Metabolism menunjukkan bahwa setelah beberapa hari pola makan terbatas waktu, tubuh lebih stabil dalam memproduksi energi dari lemak dan keton, sehingga fluktuasi energi tidak setajam di awal puasa.

Selain itu, hormon juga berperan. Studi dalam Obesity Reviews menjelaskan bahwa puasa dapat memengaruhi hormon insulin dan ghrelin (hormon lapar), yang pada akhirnya membantu tubuh menyesuaikan rasa lapar dan kenyang secara lebih teratur setelah fase adaptasi awal.

Faktor psikologis pun tak kalah penting. Penelitian dalam Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa ketika seseorang sudah terbiasa dengan rutinitas baru, tingkat stres menurun dan persepsi terhadap kelelahan ikut berkurang. Artinya, adaptasi mental turut membuat energi terasa lebih stabil.

Ritme sirkadian juga mulai menyesuaikan. Studi dalam Chronobiology International menyebutkan bahwa tubuh memiliki kemampuan menyesuaikan jam biologis terhadap pola tidur dan makan baru dalam beberapa hari hingga minggu pertama perubahan.

Jadi, energi yang lebih stabil di minggu kedua puasa adalah hasil adaptasi metabolisme, hormon, dan ritme tubuh secara menyeluruh. Setelah melewati fase penyesuaian awal, tubuh bekerja lebih efisien. Itulah sebabnya banyak orang merasa puasa justru semakin ringan setelah minggu pertama terlewati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....