Mengoptimalkan Sel Tubuh Sendiri untuk Pemulihan Kesehatan Ala Dokter Agus Ujian
- 23 Feb 2026 21:14 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan - Perkembangan kedokteran regeneratif membuka harapan baru dalam penanganan berbagai penyakit degeneratif dan kronis. Salah satu pendekatan yang kini diperkenalkan adalah terapi berbasis sel autologus segar, yakni pemanfaatan sel dari tubuh pasien sendiri untuk membantu proses pemulihan.
Dokter spesialis bedah dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua, memperkenalkan konsep yang ia sebut sebagai “Ujianto Postulat”, yaitu pendekatan terapi yang menekankan penggunaan fresh autologous cell atau sel segar yang diambil langsung dari tubuh pasien tanpa proses manipulasi berlebihan.
“Tubuh manusia memiliki potensi regeneratif alami. Tugas kami adalah membantu mengoptimalkan potensi tersebut dengan pendekatan yang tepat dan terukur,” ujar dr. Agus kepada RRI pada Senin, 23 Februari 2026.
Sumber Sel dari Tubuh Sendiri
Dalam penjelasannya, dr. Agus menyebut dua sumber utama sel yang kerap dimanfaatkan, yakni sumsum tulang dan jaringan lemak (adiposa). Keduanya diketahui mengandung sel punca mesenkimal (mesenchymal stem cells/MSCs) yang berperan dalam proses regenerasi jaringan.
| Baca juga: Telur Rebus: Booster Energi Paling Alami |
Menurutnya, penggunaan sel dari tubuh pasien sendiri dinilai memiliki keunggulan karena bersifat autologus, sehingga risiko reaksi penolakan relatif lebih rendah dibandingkan terapi berbasis donor.
“Pendekatan ini berfokus pada optimalisasi sumber daya biologis pasien sendiri,” katanya.
Pendekatan Minimal Manipulasi
Terapi ini dilakukan dengan prinsip minimal manipulasi, yaitu teknik pengolahan sel yang menjaga integritas dan karakter biologisnya. Dalam praktiknya, metode seperti Bone Marrow Aspirate Concentrate (BMAC) maupun Stromal Vascular Fraction (SVF) digunakan sesuai indikasi medis.
Dr. Agus menekankan bahwa setiap tindakan dilakukan berdasarkan evaluasi klinis dan pertimbangan medis yang menyeluruh.
| Baca juga: Ngemil Sehat dengan Ubi Jalar Panggang |
“Kami tetap mengikuti standar prosedur medis dan regulasi yang berlaku. Tidak semua pasien bisa mendapatkan terapi ini tanpa melalui asesmen yang ketat,” ucapnya menjelaskan.
Presisi dan Penentuan Dosis
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah ketepatan pemberian dosis dan metode penghantaran sel ke organ target. Dalam beberapa kasus, teknik endovaskular digunakan untuk meningkatkan presisi distribusi.
“Setiap pasien memiliki kebutuhan berbeda. Karena itu, pendekatan personal menjadi kunci,” ujarnya menambahkan.
Kolaborasi Institusi
| Baca juga: Popcorn, Sahabat Baru Diet Sehat Anda |
Pengembangan layanan terapi regeneratif ini disebut berjalan melalui kolaborasi dengan sejumlah institusi pendidikan dan layanan kesehatan, termasuk Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) dan RSI Sultan Agung Semarang.
Dr. Agus berharap pendekatan ini dapat menjadi bagian dari perkembangan kedokteran regeneratif di Indonesia, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pembuktian ilmiah berkelanjutan.
“Ini bukan soal menggantikan terapi konvensional, tetapi melengkapi dengan pendekatan yang berbasis pada potensi biologis tubuh sendiri,” katanya menuturkan.
Terapi berbasis sel punca dan regeneratif harus dilakukan sesuai regulasi kesehatan yang berlaku serta melalui konsultasi dengan tenaga medis profesional. Hasil terapi dapat berbeda pada setiap individu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....