Ngemil Sehat dengan Ubi Jalar Panggang
- 06 Jul 2026 09:23 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- Ngemil Sehat dengan Ubi Jalar Panggang
RRI.CO.ID, Cirebon - Ubi jalar panggang menjadi salah satu pilihan camilan sehat yang semakin banyak diminati karena memiliki cita rasa manis alami sekaligus kandungan gizi yang melimpah. Berbeda dengan makanan ringan olahan yang umumnya tinggi gula, garam, dan lemak jenuh, ubi jalar menawarkan sumber energi alami yang kaya vitamin, mineral, serta serat.
Cara pengolahannya yang sederhana membuat makanan ini mudah disajikan sebagai camilan bergizi untuk seluruh anggota keluarga. Di Indonesia, ubi jalar telah lama dikenal sebagai salah satu bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dengan harga terjangkau.
Selain direbus atau dikukus, memanggang ubi jalar menjadi alternatif yang mampu mempertahankan rasa manis alaminya tanpa perlu tambahan gula. Teksturnya yang lembut di bagian dalam dan sedikit renyah di bagian luar membuat ubi jalar panggang cocok dinikmati sebagai pengganjal lapar di sela aktivitas maupun sebagai menu pendamping saat sarapan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi makanan alami yang berasal dari umbi-umbian, buah, sayuran, serta biji-bijian utuh sebagai bagian dari pola makan sehat. Dilansir dari World Health Organization (WHO), pola makan yang kaya serat, vitamin, dan mineral berperan dalam membantu menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, hipertensi, dan obesitas.
WHO juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi konsumsi makanan olahan yang mengandung gula, garam, dan lemak jenuh dalam jumlah tinggi. Salah satu keunggulan utama ubi jalar adalah kandungan karbohidrat kompleks yang mampu memberikan energi secara bertahap.
Berdasarkan data United States Department of Agriculture (USDA), satu buah ubi jalar ukuran sedang mengandung sekitar 103 kalori, lebih dari 23 gram karbohidrat, hampir 4 gram serat, serta berbagai vitamin dan mineral penting. Karbohidrat kompleks pada ubi jalar membantu menjaga kestabilan kadar gula darah dibandingkan makanan yang mengandung gula sederhana, sehingga energi tubuh dapat bertahan lebih lama. Sumber: USDA FoodData Central.
Selain menjadi sumber energi, ubi jalar terkenal karena kandungan beta-karoten yang sangat tinggi, terutama pada varietas berwarna oranye. Di dalam tubuh, beta-karoten akan diubah menjadi vitamin A yang berperan penting dalam menjaga kesehatan mata, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta membantu pertumbuhan dan perbaikan jaringan.
Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, konsumsi makanan yang kaya vitamin A dan antioksidan dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas serta mendukung kesehatan secara menyeluruh. Dilansir dari Harvard Nutrition Source, mengonsumsi berbagai jenis sayuran dan umbi berwarna cerah merupakan cara yang baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin harian.
Kandungan serat pada ubi jalar juga memberikan manfaat besar bagi sistem pencernaan. Serat membantu memperlancar pergerakan usus, menjaga keseimbangan mikrobiota usus, serta memberikan rasa kenyang lebih lama.
Dengan demikian, ubi jalar panggang dapat menjadi pilihan camilan bagi masyarakat yang sedang menjaga berat badan karena membantu mengurangi keinginan mengonsumsi makanan tinggi kalori di antara waktu makan utama. Tak hanya itu, ubi jalar mengandung vitamin C, kalium, mangan, dan vitamin B6. Vitamin C berfungsi mendukung sistem imun sekaligus membantu pembentukan kolagen untuk menjaga kesehatan kulit.
Kalium berperan menjaga keseimbangan cairan tubuh dan membantu mengontrol tekanan darah, sedangkan mangan berkontribusi dalam metabolisme energi serta pembentukan tulang. Kombinasi nutrisi tersebut menjadikan ubi jalar sebagai salah satu bahan pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi.
Dengan kandungan karbohidrat kompleks, serat, vitamin A, vitamin C, kalium, serta berbagai antioksidan alami, ubi jalar panggang layak menjadi salah satu camilan sehat dalam menu harian. Mengonsumsinya secara rutin sebagai bagian dari pola makan seimbang, disertai aktivitas fisik dan gaya hidup sehat, dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....