Manfaat Puasa Ramadhan untuk Kesehatan Mental

  • 23 Feb 2026 17:36 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Bulan Ramadhan sering dikaitkan dengan ketenangan batin dan suasana hati yang lebih stabil. Banyak orang mengaku merasa lebih sabar, reflektif, dan terkoneksi secara spiritual saat menjalani puasa. Namun, apakah efek puasa bagi kesehatan mental ini juga didukung penelitian?

Sejumlah studi ilmiah menunjukkan adanya dampak positif. Tinjauan sistematis yang dipublikasikan dalam jurnal Global Psychiatry (2023) menemukan bahwa mayoritas penelitian tentang puasa Ramadhan melaporkan penurunan gejala depresi dan kecemasan pada partisipan yang sehat maupun yang memiliki kondisi psikologis ringan.

Penelitian lain yang dimuat dalam International Journal of Medical Research and Review menggunakan skala DASS-42 dan menunjukkan bahwa setelah dua hingga empat minggu berpuasa, skor depresi dan kecemasan peserta menurun secara signifikan dibanding sebelum Ramadhan.

Dari sisi biologis, perubahan pola makan dan ritme harian selama puasa diduga memengaruhi regulasi hormon dan neurotransmiter yang berhubungan dengan suasana hati. Studi dalam Frontiers in Nutrition (2022) menjelaskan bahwa pola makan terstruktur dan pembatasan waktu makan dapat berdampak pada stabilitas emosi melalui mekanisme metabolik.

Selain faktor biologis, aspek spiritual dan sosial juga berperan besar. Penelitian di Journal of Religion and Health menyebutkan bahwa praktik keagamaan yang intens selama Ramadhan seperti doa dan kebersamaan saat berbuka, berkorelasi dengan meningkatnya rasa makna hidup dan kesejahteraan psikologis.

Meski demikian, efeknya tidak selalu sama pada setiap orang. Tinjauan di Sleep and Biological Rhythms mencatat bahwa perubahan pola tidur selama Ramadhan dapat memengaruhi energi dan mood, terutama pada minggu-minggu awal puasa.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) juga menekankan bahwa kesehatan mental dipengaruhi kombinasi faktor biologis, psikologis, dan sosial. Artinya, manfaat puasa terhadap mental akan lebih optimal jika diiringi pola tidur cukup dan asupan gizi seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....