Kolaborasi Sekolah Keluarga Lindungi Kesehatan Mental Anak

  • 08 Feb 2026 12:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Sekolah dan keluarga dinilai memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani tekanan psikologis pada anak usia sekolah dasar. Sinergi kedua pihak menjadi kunci menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.

Psikolog Srini Priyanti, S.Psi., menilai pendidik tidak dapat bekerja sendiri dalam memahami kondisi psikologis anak. Diperlukan kerja sama aktif dengan orang tua untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang karakter dan kebutuhan anak.

“Kenapa ibu guru tidak bisa sendirian, harus bersinergi dengan orang tua. Data dari orang tua tentang kondisi bawaan anak sangat penting untuk menjadi dasar pendekatan di sekolah,” ujarnya dalam Dialog Cirebon Menyapa pada Jumat, 6 Februari 2026.

Ia menjelaskan, banyak orang tua dan sekolah kerap salah memahami informasi perkembangan anak karena kurangnya keterbukaan. Akibatnya, kebutuhan emosional anak tidak tertangani secara optimal.

Srini menambahkan, saat ini fokus pendidikan dasar seharusnya tidak hanya pada kemampuan akademik, tetapi juga pada kemandirian mental anak. Tanda-tanda ketidaknyamanan anak sebenarnya sudah dapat terlihat sejak masa prasekolah.

Tekanan psikologis yang tidak tertangani dapat berdampak pada perilaku negatif anak, seperti kecenderungan membully atau menarik diri dari lingkungan. Kondisi tersebut merupakan bentuk komunikasi anak bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja.

“Yang pertama adalah kepercayaan, lalu keterbukaan apa adanya. Data dari orang tua menjadi poin penting untuk menunjang arah perkembangan anak di sekolah,” katanya.

Ke depan, ungkap Srini, sinergi antara sekolah dan keluarga diharapkan mampu membangun sistem dukungan kesehatan mental yang berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan sekolah ramah anak yang aman secara fisik dan emosional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....