Layar Bisa Dilipat, Persaingan Smartphone Makin Ketat

  • 03 Okt 2026 09:37 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Smartphone layar lipat kini bukan lagi sekadar teknologi eksperimental yang menarik perhatian. Perangkat ini berkembang menjadi salah satu arena persaingan baru bagi produsen ponsel dunia.

Memasuki 2026, persaingan tersebut semakin ramai dengan hadirnya berbagai pemain besar. Samsung, Huawei, Motorola, dan Apple membawa pendekatan berbeda untuk merebut perhatian konsumen.

Samsung menjadi salah satu pemain paling lama di segmen smartphone lipat sejak kategori ini berkembang pada 2019. Melalui Galaxy Z Fold7, Samsung menonjolkan desain lebih tipis, ringan, serta layar utama berukuran delapan inci.

Galaxy Z Fold7 juga menunjukkan bagaimana produsen mulai menggabungkan layar besar dengan kemampuan produktivitas. Samsung membekali perangkat tersebut dengan kamera utama 200 megapiksel dan berbagai fitur kecerdasan buatan.

Di sisi lain, bentuk ponsel lipat semakin beragam dan tidak hanya mengandalkan model seperti buku. Desain clamshell atau lipat vertikal juga menjadi pilihan melalui lini Galaxy Z Flip dan Motorola Razr.

Perkembangan tersebut membuat persaingan tidak lagi hanya berbicara mengenai ukuran layar. Ketahanan engsel, ketebalan perangkat, kamera, baterai, perangkat lunak, hingga pengalaman menggunakan layar luar ikut menjadi pertimbangan.

Samsung sendiri terus menyoroti ketahanan sebagai bagian penting dari pengembangan perangkat lipat. Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 menggunakan rancangan engsel baru serta material pelindung untuk meningkatkan durabilitas.

Persaingan kemudian memasuki babak baru setelah Apple ikut masuk ke pasar ponsel lipat pada September 2026. Reuters melaporkan Apple memperkenalkan iPhone Duo dengan desain lipat bergaya buku dan harga awal 1.999 dolar AS.

Kehadiran Apple menjadi perhatian karena perusahaan tersebut memiliki ekosistem perangkat yang kuat. Masuknya pemain baru juga berpotensi mendorong produsen lain mempercepat inovasi pada desain dan teknologi layar.

Menurut Counterpoint Research, pengiriman smartphone lipat secara kumulatif diperkirakan melampaui 100 juta unit hingga akhir 2026. Lembaga tersebut juga memperkirakan Samsung memegang 38 persen pasar, Huawei 22 persen, dan Apple 25 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa ponsel lipat masih menjadi segmen yang terus berkembang. Namun, pertumbuhannya juga menghadapi tantangan berupa harga perangkat dan biaya komponen yang tinggi.

TrendForce memperkirakan pengiriman smartphone lipat global mencapai sekitar 20,2 juta unit sepanjang 2026. Lembaga itu juga memperkirakan iPhone Duo menyumbang sekitar 5 juta unit pengiriman tahun ini.

Bagi konsumen, semakin banyak pilihan berarti semakin beragam pula pengalaman yang ditawarkan. Ada perangkat yang mengutamakan produktivitas, desain ringkas, kamera, daya tahan, maupun integrasi dengan ekosistem digital.

Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa smartphone lipat perlahan bergerak dari produk eksklusif menuju kategori yang semakin kompetitif. Produsen kini harus menawarkan alasan kuat agar konsumen bersedia meninggalkan desain ponsel konvensional.

Pada akhirnya, persaingan layar lipat bukan hanya tentang siapa yang mampu membuat ponsel bisa ditekuk. Tantangan berikutnya adalah menghadirkan perangkat yang praktis, tahan lama, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pengguna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....