Kacamata Pintar : Pengganti Smartphone di Masa Depan ?
- 01 Sep 2026 22:41 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Bayangkan keluar rumah tanpa harus terus-menerus menggenggam smartphone. Untuk membaca pesan, mencari arah, menerjemahkan percakapan, mengambil foto, hingga bertanya kepada kecerdasan buatan (AI), cukup berbicara melalui kacamata yang dikenakan. Skenario tersebut mulai bergerak dari fiksi ilmiah menjadi kenyataan.
Pada 2026, smart glasses berbasis AI semakin berkembang dan menjadi salah satu kategori teknologi wearable yang paling diperhatikan. Dilansir dari IDC menunjukkan pengiriman smart glasses tanpa layar mencapai sekitar 2,25 juta unit pada kuartal I 2026, melonjak 167 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. IDC juga memproyeksikan pengiriman kategori tersebut mencapai sekitar 13,6 juta unit sepanjang 2026.
Generasi terbaru perangkat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai kamera atau earphone yang dipasang pada bingkai. AI membuat kacamata mampu memahami lingkungan di sekitar penggunanya.
| Baca juga: Pilih Dashcam Mobil yang Terbaik dan Tepat |
Meta, misalnya, menawarkan kacamata AI yang dapat digunakan untuk mengambil foto dan video, melakukan panggilan, mengirim pesan, menerjemahkan percakapan secara langsung, serta menjawab pertanyaan berdasarkan apa yang sedang dilihat pengguna. Beberapa fungsi bahkan dapat dilakukan tanpa harus mengeluarkan smartphone dari saku.
Pada Juni 2026, Meta juga memperkenalkan Meta Glasses dengan harga mulai dari US$299 atau sekitar Rp5 juta. Kehadiran perangkat ini memperluas pilihan kacamata pintar berbasis AI ke segmen yang lebih terjangkau. Meta menyebutkan bahwa jutaan unit kacamata AI telah terjual dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, Google membawa konsep serupa melalui Android XR. Google memperkenalkan intelligent eyewear yang terintegrasi dengan Gemini dan dirancang untuk membantu pengguna mendapatkan navigasi, mengirim pesan, mengambil foto, menerjemahkan bahasa, hingga memperoleh informasi mengenai lingkungan sekitar tanpa harus terus melihat layar ponsel.
Samsung juga memperkenalkan Intelligent Eyewear pada Juli 2026. Kacamata pintar ini dirancang untuk digunakan bersama smartphone Galaxy. Pengguna bisa mendapatkan petunjuk arah secara langsung, menerjemahkan bahasa, mengambil foto, dan mendapatkan bantuan dari AI sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi. Menariknya, Samsung mengatakan bahwa kacamata ini bukan untuk menggantikan smartphone sepenuhnya, tetapi untuk mengurangi ketergantungan pengguna pada ponsel dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
Sebagian besar kacamata AI saat ini masih membutuhkan koneksi dengan smartphone untuk mendapatkan fungsi penuh. Meta, misalnya, menyatakan smart glasses mereka tetap dipasangkan dengan ponsel melalui Bluetooth untuk fungsi lengkapnya.
Namun, arah perkembangannya cukup jelas. Smartphone perlahan dapat berubah dari perangkat yang selalu berada di tangan menjadi perangkat yang bekerja di belakang layar, sementara kacamata menjadi antarmuka utama untuk berinteraksi dengan AI.
Teknologi ini masih memiliki tantangan. Salah satunya adalah masalah privasi. Kacamata pintar dilengkapi kamera yang dapat merekam apa yang ada di sekitar pengguna. Karena itu, orang lain bisa merasa tidak nyaman ketika berada di dekat seseorang yang memakai kacamata berkamera.
Pada akhir Agustus 2026, Meta juga melakukan pembaruan untuk meningkatkan keamanan dan mencegah kacamata digunakan untuk merekam secara diam-diam. Karena itu, kacamata pintar kemungkinan belum akan sepenuhnya menggantikan smartphone dalam waktu dekat. Keduanya justru bisa digunakan bersama. Smartphone tetap dibutuhkan untuk menyimpan data, menjalankan berbagai aplikasi, dan digunakan saat layar diperlukan. Sementara itu, kacamata pintar dapat membantu pengguna mendapatkan informasi dan menggunakan AI dengan lebih cepat tanpa harus terus memegang ponsel.
Jika teknologi ini terus berkembang, pertanyaannya mungkin bukan lagi, “Apakah kita akan berhenti menggunakan smartphone?”, tetapi “Apakah suatu hari kita akan lebih sering menggunakan AI melalui kacamata pintar daripada menyentuh layar smartphone?”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....