Perbedaan & Arti Jenis Ukuran Oli Bagi Kendaraan Bermotor
- 30 Sep 2026 22:09 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID,Cirebon - Bagi pemilik kendaraan bermotor, memilih oli mesin tidak cukup hanya berdasarkan merek atau harga. Pada kemasan oli terdapat kode seperti 0W-20, 5W-30, 10W-40 atau 20W-50 yang menunjukkan tingkat viskositas atau kekentalan oli. Kode tersebut penting diperhatikan karena setiap mesin memiliki kebutuhan pelumasan yang berbeda. Society of Automotive Engineers (SAE) menetapkan klasifikasi viskositas oli melalui standar SAE J300.
Arti angka dan huruf Pada oli multigrade seperti 10W-40, angka sebelum huruf W menunjukkan karakteristik viskositas oli pada suhu rendah, sedangkan angka setelah tanda hubung menunjukkan tingkat viskositas pada suhu kerja yang lebih tinggi. Huruf W berasal dari Winter. Secara sederhana, semakin kecil angka di depan W, semakin mudah oli mengalir pada kondisi dingin, sementara angka belakang berkaitan dengan kemampuan oli mempertahankan kekentalannya ketika mesin bekerja pada suhu tinggi.
| Baca juga: Benarkah Wanita Sulit Membaca Peta? |
Perbedaan ukuran oli tersebut bukan berarti oli dengan angka lebih besar selalu lebih baik. Oli yang lebih kental belum tentu cocok untuk semua kendaraan, demikian pula oli yang lebih encer tidak otomatis lebih unggul. American Petroleum Institute (API) menegaskan bahwa kebutuhan viskositas dapat berbeda menurut kendaraan dan penggunaannya, sehingga rekomendasi pabrikan kendaraan perlu menjadi acuan utama ketika memilih oli.
Selain kode SAE, pengendara juga perlu memperhatikan kode kualitas atau performa oli, misalnya API. Untuk mesin bensin kendaraan, API menggunakan kategori yang diawali huruf “S”, sedangkan kategori “C” digunakan untuk mesin diesel. API menjelaskan bahwa tanda dan kategori tersebut menunjukkan apakah oli memenuhi persyaratan performa tertentu untuk jenis mesin yang dituju. Karena itu, memilih oli tidak cukup hanya melihat angka kekentalannya.
Khusus sepeda motor, terdapat pula standar JASO yang perlu diperhatikan, terutama pada sepeda motor dengan kopling basah yang menggunakan oli mesin bersama sistem kopling. Dalam daftar resmi JASO, terdapat oli sepeda motor empat langkah dengan klasifikasi seperti MA dan MA2, serta berbagai tingkat viskositas, misalnya 5W-50, 15W-50 dan 20W-50. Artinya, kode JASO dan SAE memiliki fungsi berbeda dan sama-sama perlu diperhatikan sesuai spesifikasi kendaraan.
Menentukan oli yang tepat Pemilik kendaraan sebaiknya terlebih dahulu membaca buku manual atau petunjuk resmi kendaraan untuk mengetahui viskositas dan spesifikasi oli yang direkomendasikan. Penggunaan oli dengan spesifikasi yang tidak sesuai dapat membuat karakter pelumasan tidak optimal. Selain itu, penggantian oli perlu dilakukan mengikuti interval yang ditetapkan pabrikan dengan mempertimbangkan kondisi penggunaan kendaraan.
Dengan memahami kode SAE, API dan JASO, masyarakat dapat lebih mudah membedakan jenis dan ukuran oli kendaraan. Jadi, ketika melihat tulisan 5W-30 atau 10W-40 pada kemasan, angka tersebut bukan sekadar kode pemasaran, melainkan informasi mengenai karakteristik viskositas oli. Pemilihan yang tepat sebaiknya selalu disesuaikan dengan jenis kendaraan, konstruksi mesin dan rekomendasi pabrikan agar sistem pelumasan dapat bekerja sebagaimana mestinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....