Bulan Makin Jauh dari Bumi, Ini Penjelasannya

  • 18 Sep 2026 22:48 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Bulan bergerak menjauh dari Bumi dengan rata-rata perubahan jarak 3,8 sentimeter per tahun sebagai hasil interaksi gravitasi yang berlangsung miliaran tahun.
  • Interaksi gravitasi antara Bumi dan Bulan tidak hanya memengaruhi orbit Bulan tetapi juga berkaitan dengan perubahan kecepatan rotasi Bumi.
  • Fenomena astronomi ini dijelaskan oleh Profesor Riset Astronomi-Astrofisika BRIN Thomas Djamaluddin sebagai proses yang sangat lambat namun berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Cirebon - Bulan ternyata perlahan bergerak semakin jauh dari Bumi. Fenomena astronomi ini berlangsung sangat lambat, dengan rata-rata perubahan jarak sekitar 3,8 sentimeter per tahun, dan merupakan bagian dari interaksi gravitasi antara Bumi dan Bulan yang telah berlangsung selama miliaran tahun.

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa Bumi dan Bulan terus saling memengaruhi melalui gaya gravitasi. Interaksi tersebut tidak hanya memengaruhi orbit Bulan, tetapi juga berkaitan dengan perubahan kecepatan rotasi Bumi.

Jarak rata-rata Bumi dan Bulan saat ini sekitar 384.000 kilometer. Menurut Thomas, Bulan secara perlahan bertambah jauh dari Bumi akibat mekanisme pasang surut yang terjadi dalam sistem Bumi-Bulan. Fenomena tersebut bukan berarti Bulan sedang "lepas" dari gravitasi Bumi, melainkan merupakan proses fisika alamiah yang terjadi dalam skala waktu sangat panjang.

Gravitasi Bulan menghasilkan gaya pasang surut di Bumi, terutama pada lautan. Karena Bumi berotasi lebih cepat dibandingkan periode revolusi Bulan, interaksi pasang surut tersebut secara perlahan memindahkan momentum sudut dari rotasi Bumi ke orbit Bulan. Akibatnya, rotasi Bumi sedikit melambat sementara orbit Bulan secara perlahan melebar.

Efeknya terhadap kehidupan manusia saat ini sangat kecil. Thomas sebelumnya menjelaskan bahwa pergerakan Bulan sekitar 3,5 sentimeter per tahun berkaitan dengan perlambatan rotasi Bumi sekitar 0,002 detik setiap abad, sehingga perubahan tersebut tidak terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Fenomena ini juga berhubungan dengan bertambahnya durasi satu hari di Bumi. Thomas memperkirakan, berdasarkan skala perubahan tersebut, panjang satu hari dapat mencapai 25 jam dalam sekitar 180 juta tahun. Artinya, perubahan tersebut bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan oleh manusia saat ini karena berlangsung dalam rentang waktu yang sangat panjang.

Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, menjelaskan bahwa ada hal lain yang perlu dibedakan ketika membahas jarak Bulan dan Bumi. Orbit Bulan berbentuk elips sehingga jaraknya memang berubah-ubah sepanjang satu kali revolusi, dengan titik terdekat disebut perigee dan titik terjauh disebut apogee.

Dengan demikian, istilah Bulan "menjauhi Bumi" dalam konteks ilmiah merujuk pada peningkatan jarak rata-rata orbitnya dalam jangka panjang, bukan berarti setiap saat Bulan terus bergerak menjauh tanpa kembali mendekat. Perubahan jarak dalam setiap orbit merupakan bagian normal dari lintasan elips Bulan.

Dalam jangka yang sangat panjang, interaksi pasang surut akan terus mengubah hubungan antara rotasi Bumi dan orbit Bulan. Namun, berbagai perubahan tersebut berlangsung jauh melampaui rentang kehidupan manusia sehingga tidak menimbulkan dampak langsung yang dapat dirasakan masyarakat sekarang.

Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi justru menjadi salah satu contoh bagaimana sistem tata surya terus mengalami perubahan. Meski terlihat tetap di langit malam, hubungan gravitasi antara Bumi dan Bulan sebenarnya merupakan sistem dinamis yang berubah sedikit demi sedikit dari waktu ke waktu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....