Tarian Langit di Bulan Juni: Konjungsi Venus dan Jupiter
- 06 Jun 2026 08:31 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Salah satu fenomena astronomi musim panas yang paling menakjubkan dan dinantikan di tahun 2026 akan segera menghiasi kubah langit. Pada malam tanggal 8 dan 9 Juni, planet Venus dan Jupiter akan tampak sangat berdekatan dengan jarak pisah hanya sebesar 2 derajat.
Dilansir dari Nationalgeographic.com, Sabtu, 6 Juni 2026, pertemuan ultra-dekat dua planet paling terang ini dapat disaksikan secara simultan menggunakan teropong binokular atau bahkan dengan mata telanjang. Peristiwa langit ini menjadi momen konjungsi terbaik di Belahan Bumi Utara sebelum fenomena serupa yang baru akan terjadi kembali pada akhir 2028.
Untuk menyaksikan pertunjukan kosmis ini, para pengamat bintang cukup mengarahkan pandangan ke ufuk barat segera setelah matahari terbenam. Kedua planet bercahaya tersebut akan tampak setia mengikuti matahari dan bertahan di atas cakrawala barat selama sekitar 2 hingga 2,5 jam.
Sebagai panduan navigasi, Venus dan Jupiter akan berbaris di jalur ekliptika, yakni jalur melengkung semu yang biasa dilewati oleh objek-objek tata surya. Di bawah formasi duo planet raksasa ini, keindahan langit malam akan semakin lengkap dengan kehadiran planet Merkurius yang bergerak menjauhi silau matahari.
Menariknya, posisi konjungsi Venus dan Jupiter ini juga akan bertindak sebagai penunjuk arah untuk menemukan rasi bintang Gemini yang legendaris. Pasangan planet ini akan berada tepat di samping dua bintang kembar yang paling bersinar di rasi tersebut, yaitu Pollux dan Castor.
Meskipun puncak kedekatan terjadi pada 8 dan 9 Juni, keindahan tarian kosmis ini sebenarnya sudah dapat dinikmati sejak tanggal 6, 7, 10, dan 11 Juni. Pada malam-malam tersebut, kedua planet ini masih berada di batas jarak yang sangat dekat, yaitu sekitar 3 derajat.
Seiring berjalannya bulan, formasi ini akan perlahan merenggang di mana Jupiter bergerak mendekati Merkurius sementara Venus bergeser naik ke atas langit. Pada pertengahan bulan, tepatnya 16 dan 17 Juni, pemandangan akan semakin dramatis saat bulan sabit muda menyelip di antara deretan planet tersebut.
Sebagai penutup pertunjukan di akhir Juni, Jupiter dan Merkurius akan mendekat, sementara Venus bergeser ke arah rasi bintang Leo si Singa yang ikonik dengan bintang Regulus-nya. Peta pergerakan ini sekaligus menjadi jembatan menuju fenomena konjungsi berikutnya yang tidak kalah memukau pada awal Juli mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....