Sistem Keselamatan Berkendara, Kapan Pengemudi Harus Istirahat ?
- 31 Jul 2026 23:50 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Melakukan perjalanan jauh dengan mobil membutuhkan kondisi fisik dan mental yang prima. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah ada aturan mengenai berapa lama pengemudi harus beristirahat selama perjalanan? Berdasarkan berbagai pedoman keselamatan berkendara, pengemudi dianjurkan beristirahat setiap dua jam atau setelah menempuh sekitar 150–200 kilometer, meskipun tidak ada aturan umum yang menetapkan angka tersebut bagi seluruh pengemudi kendaraan pribadi. Rekomendasi ini bertujuan untuk mencegah kelelahan dan mengurangi risiko kecelakaan akibat menurunnya konsentrasi.
Siapa yang perlu mematuhi anjuran tersebut? Jawabannya adalah semua pengemudi, terutama mereka yang melakukan perjalanan jarak jauh, mengemudi pada malam hari, pekerja dengan jadwal padat, serta pengemudi yang kurang tidur. Kelelahan dapat dialami siapa saja dan sering kali tidak disadari hingga terjadi penurunan kemampuan mengemudi atau bahkan microsleep, yaitu tertidur selama beberapa detik saat kendaraan masih melaju.
Para pakar keselamatan lalu lintas menyarankan berhenti setiap dua jam untuk berjalan ringan, melakukan peregangan, minum air putih, atau tidur singkat sekitar 15–20 menit jika mulai mengantuk. Jangan menunggu hingga mata terasa sangat berat atau kendaraan mulai keluar jalur, karena tanda-tanda tersebut menunjukkan kemampuan mengemudi sudah menurun.
Pengemudi sebaiknya beristirahat di Rest area di jalan tol, SPBU, atau tempat parkir yang aman dan terang menjadi lokasi yang direkomendasikan. Berhenti di bahu jalan hanya dilakukan dalam keadaan darurat karena dapat membahayakan keselamatan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.
Istirahat sangat penting karena kelelahan dapat memperlambat waktu reaksi, menurunkan konsentrasi, dan meningkatkan risiko kesalahan saat mengambil keputusan. Bahkan, mengemudi dalam kondisi mengantuk dapat memiliki dampak yang sama berbahayanya dengan mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Oleh karena itu, istirahat merupakan bagian penting dari sistem keselamatan berkendara.
Menjaga kebugaran selama perjalanan selain beristirahat secara berkala, pengemudi dianjurkan tidur cukup sebelum berangkat, mengonsumsi makanan ringan yang sehat, mencukupi kebutuhan cairan, serta bergantian mengemudi apabila perjalanan sangat panjang. Minuman berkafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan sementara, tetapi tidak dapat menggantikan kebutuhan tubuh untuk beristirahat.
Meskipun tidak ada ketentuan umum yang mewajibkan setiap pengemudi kendaraan pribadi berhenti pada interval tertentu, pedoman keselamatan internasional secara konsisten merekomendasikan beristirahat setiap dua jam atau sekitar 150–200 kilometer perjalanan. Kebiasaan sederhana ini terbukti membantu menjaga konsentrasi, mengurangi kelelahan, dan meningkatkan keselamatan bagi pengemudi, penumpang, serta pengguna jalan lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....