Direktur SDM Pertamina Patra Niaga Tinjau Ruang OTS Kilang Balongan

  • 20 Apr 2026 23:27 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Direktur SDM PT Pertamina Patra Niaga, Dewi Kurnia Salwa, melakukan kunjungan kerja ke Kilang Pertamina Balongan di Indramayu, Jawa Barat. Kunjungan pada Jumat, 17 April 2026 ini dilakukan untuk meninjau fasilitas Operator Training Simulator (OTS) yang digunakan sebagai sarana pelatihan operator.

Kurnia mengawali kegiatan dengan senam bersama pekerja dan Tim Agent of Change (AOC) di area kilang. Agenda kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama pengurus Serikat Pekerja Pertamina Bersatu Balongan (SP-PBB) dan pertemuan dengan Tim Manajemen.

General Manager PT PPN RU VI Balongan, Yulianto Triwibowo, menjelaskan simulator pada ruangan OTS didesain sama seperti sistem Distributed Control System (DCS). "Sehingga memungkinkan pekerja berlatih tanpa risiko kerusakan kilang atau menyebabkan kecelakaan kerja," ujar Yulianto.

Yulianto mengatakan, saat ini OTS di Kilang Balongan dilengkapi simulator untuk Unit Utilities dan Unit Residue Catalytic Cracking (RCC). Fasilitas ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan teknis para operator di lapangan.

Pihak manajemen menegaskan bahwa keberadaan teknologi ini sangat menunjang kredibilitas tenaga kerja melalui program sertifikasi. “Dengan OTS ini, Kilang Balongan dapat meningkatkan kredibilitas operator melalui program sertifikasi yang diakui secara formal,” ucap GM.

Yulianto juga menyampaikan bahwa hubungan industrial antara pekerja dengan jajaran manajemen saat ini terjalin dengan sangat harmonis. Kolaborasi strategis dengan serikat pekerja terus dilakukan agar kesejahteraan karyawan dan target kinerja perusahaan dapat terwujud.

Pihak kilang juga memastikan bahwa komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan berjalan dengan baik guna menjaga kondusivitas wilayah. “Hubungan dengan stakeholder juga terjalin dengan baik sehingga menunjang terciptanya suasana yang kondusif di sekitar kilang,” kata GM.

Dewi Kurnia Salwa memberikan apresiasi tinggi terhadap optimalisasi penggunaan sarana OTS yang telah dilakukan oleh Kilang Balongan. Ia menilai kompetensi operator akan berdampak pada keandalan operasional dalam memproduksi kebutuhan BBM nasional serta meningkatkan margin perusahaan.

Kurnia berharap agar teknologi simulator ini terus dirawat dan dikembangkan demi keselamatan serta kelancaran operasional jangka panjang. “Semoga simulator ini bisa terjaga dan kita kembangkan," ujar Kurnia saat meninjau fasilitas tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan sistem pengendalian kilang oleh para operator di berbagai situasi kerja. "Diharapkan pula operator semakin memahami prosedur pengoperasionalan sistem pengendalian kilang dengan aman, baik dalam kondisi normal maupun kondisi darurat,” ucap Kurnia menutup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....