Kenali Digital Hoarding, Kebiasaan Menyimpan File Berlebihan di Era Digital
- 07 Jul 2026 15:26 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pernahkah kamu membiarkan ribuan foto lama, chat atau screenshoot menumpuk begitu saja di galeri ponselmu? Kebiasaan menimbun berkas digital yang sudah tidak berguna ini sebenarnya dikenal dengan istilah keren digital hoarding.
Biasanya perilaku ini muncul karena ada rasa sayang atau takut kehilangan momen berharga di masa lalu. Padahal, kenyataannya sebagian besar dokumen lama tersebut kemungkinan besar tidak akan pernah kamu lihat lagi nantinya.
Agung Minto Wahyu SPsi, MSi, dosen Program Studi Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) IPB University, menjelaskan bahwa digital hoarding tidak hanya ditentukan oleh banyaknya file yang disimpan. Fenomena tersebut juga mencerminkan keterikatan psikologis seseorang terhadap berbagai data digital yang dimiliki sehingga sulit untuk menghapus atau melepaskannya.
“Digital hoarding terjadi ketika seseorang terus-menerus menyimpan file digital hingga tidak lagi mampu membedakan mana yang benar-benar penting dan mana yang sebenarnya sudah tidak diperlukan. Akibatnya, alih-alih memberikan rasa aman, tumpukan data justru memunculkan stres dan perasaan kewalahan,” katanya sebagaimana dilansir laman IPB university Selasa, 7 Juli 2026.
Menurutnya digital hoarding dipengaruhi oleh faktor psikologis, seperti keyakinan bahwa data akan berguna di masa depan, kelekatan emosional, dan keinginan menyimpan bukti komunikasi atau pekerjaan. Kebiasaan tersebut diperkuat oleh sulitnya menyortir banyak file, kemudahan penyimpanan digital, serta rasa cemas, FOMO, dan kebutuhan untuk merasa aman melalui kepemilikan informasi.
Digital hoarding tidak hanya memengaruhi kesehatan mental, tetapi juga dapat mengurangi produktivitas. Penumpukan file yang tidak tertata membuat proses pencarian data menjadi lebih lama dan meningkatkan risiko information overload, sehingga sulit menentukan informasi yang benar-benar penting.
Masyarakat disarankan untuk membangun kebiasaan digital yang lebih sehat dengan lebih selektif dalam menyimpan file. Selain itu, penyortiran data secara rutin perlu dilakukan agar hanya file yang benar-benar diperlukan yang tetap tersimpan.
“Kekuatan sebuah kenangan tidak ditentukan oleh apakah file-nya masih ada di ponsel kita atau tidak. Yang lebih penting adalah membangun hubungan yang lebih sadar dengan informasi digital kita tahu apa yang kita simpan, mengapa kita menyimpannya, dan berani melepaskan apa yang sudah tidak lagi kita butuhkan,” ujarnya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....