Inilah Perubahan Otak Ibu Selama Masa Kehamilan
- 10 Mei 2026 14:05 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Fenomena ‘kabut mental’ atau lupa sesaat yang sering dialami ibu hamil ternyata bukan sekadar akibat kurang tidur atau stres. Penelitian terbaru tahun 2026 dari Amsterdam UMC mengungkapkan bahwa otak ibu sebenarnya sedang mengalami proses penyusunan ulang saraf yang luar biasa.
Dilansir dari Nationalgeographic.com, proses yang disebut sebagai pemangkasan saraf ini menghilangkan koneksi yang lemah untuk memperkuat kemampuan ibu dalam memahami emosi bayi. Pengurangan materi abu-abu pada otak terjadi secara simetris guna meningkatkan kepekaan sosial serta intuisi terhadap kebutuhan anak yang belum bisa bicara.
| Baca juga: Mengenal Lifestyle dan Jenis-Jenisnya |
Menariknya, otak menjadi jauh lebih spesifik dan terarah ketika seorang wanita memasuki kehamilan yang kedua kalinya. Fokus perubahan bergeser dari sistem refleksi diri menuju jaringan perhatian yang membantu ibu memantau berbagai rangsangan secara bersamaan di lingkungannya.
Jalur komunikasi internal otak atau materi putih juga mengalami adaptasi fisik yang mendukung respon koordinasi gerakan tubuh ibu. Hal ini memungkinkan seorang ibu secara otomatis menyesuaikan postur saat menggendong satu anak sembari menjangkau kebutuhan anak lainnya.
Meskipun 80 persen ibu merasa fungsi kognitifnya menurun, para peneliti berpendapat bahwa ini adalah bentuk pertukaran prioritas demi regulasi emosi. Otak sengaja mengorbankan ingatan jangka pendek, seperti letak kunci, untuk mendapatkan ketajaman emosional yang lebih penting bagi pengasuhan.
Studi menunjukkan bahwa semakin drastis perubahan struktur otak yang terjadi, semakin rendah pula risiko seorang ibu mengalami depresi pascamelahirkan. Neuropsikolog meyakini bahwa reorganisasi neurologis ini berfungsi sebagai pelindung alami bagi kesehatan mental sang ibu selama masa transisi.
Emily Jacobs dari Ann S. Bowers Women’s Brain Health Initiative menyatakan bahwa tuntutan pengasuhan justru membangun ketahanan kognitif jangka panjang. Ibu yang telah melahirkan sering kali menunjukkan kesehatan otak yang lebih baik di masa tua dibandingkan mereka yang tidak memiliki anak.
Penulis buku ‘A Mother’s Brain’, Susana Carmona, menyebutkan bahwa sel-sel janin bahkan mungkin menetap dalam otak ibu selama berpuluh-puluh tahun. Ilmu saraf kini akhirnya memvalidasi intuisi para ibu mengenai perubahan besar yang terjadi di dalam kepala mereka selama ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....