Pertamina dan Wiralodra Kembangkan Inovasi Daur Ulang Sampah

  • 31 Okt 2025 16:26 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Indramayu: Kelompok Wiralodra (Wilayah Masyarakat Pengelola Daur Ulang Sampah) di Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, terus berinovasi mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai jual tinggi. Kelompok yang dibentuk sejak 2016 atas inisiasi Pertamina RU VI Balongan ini berhasil mengubah sampah plastik menjadi berbagai kerajinan seperti plakat, gantungan kunci, hingga wadah tisu dan tong sampah.

Ketua Kelompok Wiralodra, Matori, mengatakan kelompoknya berawal dari pembentukan bank sampah yang digagas Pertamina pada 2016. Seiring waktu, mereka diberi berbagai pelatihan, termasuk pengolahan sampah organik dengan budidaya maggot dan pengolahan anorganik seperti plastik. “Saya memilih fokus ke plastik karena kalau organik bisa hancur sendiri di alam, sedangkan plastik perlu penanganan khusus,” ujarnya, Jumat (31/10/2025).

Matori memulai mendaur ulang sampah

Pada tahun 2023, kelompok ini kembali mendapat pelatihan dari Pertamina untuk mencetak plastik menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Dari pelatihan itu, Wiralodra kini mampu memproduksi berbagai jenis souvenir, perlengkapan rumah, hingga furniture berbahan plastik daur ulang. “Sekarang pesanan datang dari Pertamina, kementerian, dinas, sampai mahasiswa. Kami tetap produksi meski sambil menunggu pesanan,” ucap Matori menambahkan.

Area Manager Communication, Relation and CSR PT KPI RU VI Balongan, Mohamad Zulkifli, menyebut program Wiralodra merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung ekonomi sirkular di masyarakat. “Kami terus mendorong agar masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari rumah, dibedakan antara organik, anorganik, dan B3. Dengan begitu, komunitas seperti Wiralodra akan lebih mudah mengolah sampah yang bermanfaat secara ekonomi,” katanya.

Zulkifli menambahkan, upaya ini tidak hanya berorientasi pada nilai ekonomi, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan baru di masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. “Permasalahan sampah ini menjadi isu besar. Karena itu, kami memulai dari hal kecil seperti menyediakan tiga jenis tempat sampah di setiap rumah dan kantor untuk membangun budaya memilah sampah,” ujarnya.

Sementara itu, warga sekitar lokasi daur ulang, Musrihah, mengaku keberadaan Kelompok Wiralodra membawa dampak positif bagi lingkungan. Ia merasa lingkungannya kini lebih bersih dan tertib berkat adanya kegiatan pengelolaan sampah tersebut. “Bagus, jadi lebih bersih dan enak dilihat. Harapannya kegiatan ini terus berjalan,” ucapnya.

Program Wiralodra tidak hanya berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara masyarakat dan PT Pertamina RU VI Balongan, kegiatan ini diharapkan menjadi contoh nyata pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....