Pemkot Cirebon Sambut Regional Offline AKSARA Jawa Barat 2026
- 08 Sep 2026 16:25 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah Kota Cirebon menyambut baik pelaksanaan Regional Offline AKSARA (Akselerasi Wirausaha) Jawa Barat 2026 yang digelar di Kota Cirebon. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha sekaligus mendorong produk-produk lokal agar mampu berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, membuka kegiatan Regional Offline AKSARA Jabar 2026 di Ruang Prabayaksa Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Selasa, 8 September 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai bidang usaha.
Wali Kota menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Cirebon sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Regional Offline AKSARA Jabar 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Cirebon dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dan memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang.
"Pemerintah Kota Cirebon menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan Regional Offline AKSARA Jawa Barat 2026 di Kota Cirebon. Kegiatan ini menjadi ruang yang penting untuk memperkuat kapasitas wirausaha sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha kita," ujar Wali Kota.
Ia menjelaskan, Kota Cirebon memiliki posisi yang strategis secara geografis maupun ekonomi. Kota Cirebon berada di kawasan dengan konektivitas yang kuat serta memiliki aktivitas perdagangan dan jasa yang terus berkembang.
Potensi kewirausahaan tumbuh di berbagai sektor, mulai dari kuliner, perdagangan, ekonomi kreatif, jasa, hingga usaha berbasis inovasi. Namun demikian, Wali Kota menilai potensi tersebut perlu didorong agar tidak berhenti pada skala lokal.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana pelaku usaha dapat mengembangkan bisnis secara lebih profesional, memiliki tata kelola yang baik, serta mampu menjangkau pasar dan jejaring usaha yang lebih luas. "Persoalan UMKM untuk naik kelas tidak selalu berakar pada minimnya modal. Banyak pelaku usaha kita yang produknya berkualitas, tetapi belum ditopang oleh sistem bisnis yang kokoh," katanya.
Menurutnya, masih terdapat pelaku usaha yang belum memisahkan pencatatan keuangan pribadi dan usaha, belum memiliki perencanaan pertumbuhan yang terukur, serta belum memahami dinamika pasar secara menyeluruh. Tidak sedikit pula pelaku UMKM yang masih membutuhkan pendampingan dalam mempresentasikan bisnisnya kepada calon mitra maupun investor.
Karena itu, ekosistem pendampingan menjadi bagian penting dalam pengembangan kewirausahaan. Program AKSARA dinilai dapat menjadi jembatan bagi pelaku usaha daerah untuk memperkuat model bisnis, memastikan legalitas usaha, sekaligus meningkatkan kesiapan dalam mengakses pembiayaan dan berhadapan dengan calon investor.
"Momentum hari ini adalah ruang transisi. Kita ingin pelaku usaha bergeser dari sekadar menjalankan rutinitas transaksi harian menuju entitas ekonomi yang memiliki fondasi yang kuat, adaptif terhadap perubahan pasar, dan mempunyai proyeksi pertumbuhan yang terukur," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Dedi Taufik, mengatakan AKSARA menjadi salah satu upaya untuk mengakselerasi kewirausahaan di Jawa Barat, khususnya dalam mendorong UMKM agar dapat naik kelas. Dedi menyebutkan, sekitar 50 peserta yang hadir berasal dari berbagai klasifikasi usaha, seperti makanan dan minuman, ekonomi kreatif, platform digital, toko, fesyen, kesehatan, pendidikan, akomodasi, industri, serta sektor pertanian.
"Bagaimana kita mengembangkan potensi-potensi lokal, atau istilahnya gaspol, gunakan potensi lokal. Kalau ada event, gunakan potensi lokal yang ada di daerah tersebut," kata Dedi.
Menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan pelatihan. Produk yang telah dihasilkan pelaku usaha juga harus dipertemukan dengan pasar.
Dedi juga mendorong pemanfaatan belanja pemerintah sebagai salah satu stimulus bagi produk lokal. Menurutnya, meskipun terdapat penyesuaian dalam belanja pemerintah, ruang seperti suvenir maupun kebutuhan kegiatan lainnya dapat diarahkan untuk menggunakan produk UMKM daerah sekaligus menjadi sarana promosi.
Ia menilai Kota Cirebon memiliki potensi besar untuk menjadi ruang tumbuh kewirausahaan. Selain dikenal sebagai kota sejarah dan kuliner, Cirebon juga memiliki peluang besar dalam pengembangan berbagai sektor ekonomi kreatif dan usaha lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....