Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Intervensi Stunting Berbasis Data

  • 16 Agt 2026 16:16 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon memperkuat upaya penurunan stunting dengan memastikan intervensi kesehatan menyasar kelompok berisiko, mulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi TP3S Kota Cirebon untuk mengevaluasi capaian Semester I 2026 yang dipimpin Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati di Bapperida Kota Cirebon, Kamis, 13 Agustus 2026.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cirebon yang dikutip dari rilis Pemerintah Kota Cirebon, prevalensi stunting pada Semester I 2026 tercatat 14,13% dari 16.385 balita, atau sebanyak 2.191 anak. Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati mengatakan kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena penanganan stunting berkaitan langsung dengan kualitas generasi Kota Cirebon di masa depan.

“Stunting bukan sekadar urusan tinggi badan anak yang tidak sesuai usia. Lebih dari itu, ini adalah ancaman nyata terhadap kualitas, kecerdasan, dan produktivitas generasi Kota Cirebon di masa depan,” ujarnya.

Menurut Siti Farida, Pemkot Cirebon menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 13,05% pada akhir 2026 sehingga diperlukan intervensi yang lebih terukur. Ia meminta pemutakhiran data dan penguatan peran posyandu, kader, puskesmas, kelurahan, serta perangkat daerah agar setiap program benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan.

“Untuk mengamankan target 13,05% di tahun ini, kita tidak bisa bekerja dengan cara-cara biasa,” ujarnya.

Ia menegaskan keberhasilan penanganan stunting tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan maupun penyerapan anggaran, tetapi dari dampak yang dirasakan masyarakat. Karena itu, kolaborasi lintas sektor yang mencakup kesehatan, sanitasi, air bersih, ketahanan pangan, pendidikan, dan pola asuh harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata.

“Kolaborasi harus menjadi kerja nyata, bukan sekadar slogan di atas kertas,” ucapnya.

Dari 12 indikator intervensi kesehatan yang dievaluasi, sebanyak 10 indikator telah mencapai atau melampaui target Semester I 2026. Capaian tersebut antara lain skrining anemia remaja putri sebesar 95,34%, konsumsi Tablet Tambah Darah 92,9%, pemeriksaan kehamilan atau ANC enam kali 44,4%, serta pemantauan pertumbuhan balita mencapai 94,47%.

Meski sejumlah indikator telah memenuhi target, Pemkot Cirebon masih perlu mengejar cakupan pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang yang baru mencapai 29,82% dari target 32,5% dan imunisasi lengkap bagi baduta sebesar 30,5% dari target 35%. Siti Farida berharap seluruh intervensi tersebut terus diperkuat agar target penurunan stunting dapat tercapai dan setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh sehat serta berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....