Pemkab Cirebon Dorong Industri Manufaktur Jawab Kebutuhan Kerja Generasi Muda
- 12 Agt 2026 20:46 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah Kabupaten Cirebon menyambut baik pembangunan pabrik PT Chingluh Group Indonesia di Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Pembangunan tersebut ditandai dengan Groundbreaking Ceremony yang digelar Rabu, 12 Agustus 2026.
Investasi tersebut dinilai menjadi angin segar bagi perekonomian Kabupaten Cirebon karena berpotensi membuka lapangan kerja dalam jumlah besar. Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya menciptakan iklim investasi yang aman, mudah, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman yang hadir mewakili Bupati Cirebon menyampaikan apresiasi kepada PT Chingluh Group Indonesia dan pimpinan Nike Indonesia yang telah memilih Kabupaten Cirebon sebagai lokasi pengembangan bisnis. Menurutnya, pembangunan pabrik tersebut bukan sekadar investasi, tetapi juga membawa harapan baru bagi masyarakat.
"Bagi kami, groundbreaking ini bukan sekadar seremonial peletakan batu pertama. Hal ini sebagai tanda dimulainya sebuah harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Cirebon," ujarnya dikutip dari rilis Pemkab Cirebon.
Ia mengatakan keberadaan industri manufaktur sangat dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan lapangan kerja di Kabupaten Cirebon. Hal tersebut sejalan dengan perubahan pilihan pekerjaan generasi muda yang mulai banyak meninggalkan profesi tradisional seperti pertanian dan perikanan.
"Anak-anak zaman sekarang rata-rata inginnya bekerja di kantor atau di pabrik. Ini menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk memfasilitasi kebutuhan lapangan kerja tersebut. Terlebih, Kabupaten Cirebon juga mencatatkan angka Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang cukup tinggi, yakni sekitar 10.700 orang," katanya.
Pabrik kelima PT Chingluh Group di Kabupaten Cirebon tersebut diproyeksikan mampu menyerap hingga 20.000 tenaga kerja. Jumlah tersebut diyakini akan memberikan dampak besar terhadap perputaran ekonomi daerah.
"Jika menyerap 20.000 tenaga kerja dengan estimasi UMK sekitar Rp2,8 juta, maka akan ada perputaran uang mencapai Rp56 miliar per bulan di Kabupaten Cirebon. Ini belum termasuk perputaran ekonomi di sektor pendukung seperti UMKM kuliner dan kebutuhan harian pekerja," ujarnya.
Untuk memastikan investasi berjalan kondusif, Pemkab Cirebon berkomitmen memberikan kepastian hukum, waktu, dan biaya dalam proses perizinan. Pelayanan tersebut dilakukan melalui DPMPTSP bersama dinas teknis terkait agar proses investasi dapat berjalan sesuai ketentuan.
Pemkab Cirebon juga berkoordinasi dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kapolres, Kajari, dan Dandim. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi investor selama menjalankan kegiatan usaha di Kabupaten Cirebon.
Di sisi lain, Pemkab Cirebon tengah melakukan penyelarasan tata ruang daerah melalui penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) bersama Kementerian ATR/BPN. Penataan tersebut mencakup pengaturan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) agar kawasan peruntukan industri dan Kawasan Industri dapat berkembang tanpa bertentangan dengan regulasi nasional.
Ia menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap investasi dan siap membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Pendekatan Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, dan masyarakat diharapkan dapat memastikan investasi memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....