Pemkab Cirebon Perkuat Budaya Hidup Sehat, Tenaga Promkes Diminta Jadi Teladan

  • 09 Jul 2026 08:11 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon memperkuat upaya pembudayaan hidup sehat melalui kegiatan Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat yang digelar di Sumber, Selasa, 7 Juli 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus meningkatkan peran tenaga Promosi Kesehatan (Promkes) sebagai ujung tombak edukasi kesehatan di masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, menegaskan keberhasilan membangun budaya hidup sehat harus diawali dari para tenaga kesehatan yang menjadi contoh bagi masyarakat. “Bagaimana masyarakat akan mempercayai apa yang kita sampaikan, kalau kita sendiri tidak membiasakan dan tidak membudayakan hidup sehat?” ujarnya dikutip dari rilis Pemkab Cirebon.

Menurutnya, tenaga kesehatan harus konsisten menerapkan perilaku hidup sehat sebelum mengajak masyarakat melakukan hal yang sama. Ia mencontohkan, petugas yang mengedukasi masyarakat tentang bahaya merokok maupun pentingnya pola makan sehat harus mampu menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita mengajak masyarakat mengurangi gorengan atau makanan yang kurang sehat, tetapi kita sendiri justru masih membiasakannya setiap hari, tentu masyarakat akan sulit percaya terhadap edukasi yang kita berikan,” katanya.

Ia menjelaskan tenaga Promkes memiliki peran strategis dalam pelayanan kesehatan promotif dan preventif. Keberhasilan berbagai program kesehatan, termasuk percepatan penurunan angka stunting, sangat ditentukan oleh aktifnya tenaga Promkes memberikan penyuluhan, edukasi, dan pendampingan kepada masyarakat.

“Bagaimana stunting bisa turun kalau tenaga Promkes tidak bergerak ke lapangan, tidak memberikan edukasi, dan tidak hadir di Posyandu? Promkes itu berada di hulu, sehingga memiliki peran yang sangat strategis,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh tenaga Promkes memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai organisasi agar pembudayaan hidup sehat dapat berjalan lebih efektif. “Beban akan terasa berat jika dipikul sendiri, tetapi akan menjadi ringan apabila dikerjakan bersama-sama. Karena itu, jangan bekerja sendiri dan jangan ego sektoral,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya mendukung program prioritas nasional penanggulangan Tuberkulosis (TB). Mulai 13 Juli 2026, seluruh desa di Kabupaten Cirebon akan melaksanakan skrining TB yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis.

Menurutnya, tenaga Promkes memiliki peran penting dalam memberikan edukasi agar masyarakat, khususnya kontak erat pasien TB, bersedia menjalani pemeriksaan. “Kalaupun nanti jumlah kasus yang ditemukan meningkat, justru itu merupakan keberhasilan, karena penyakitnya berhasil ditemukan lebih awal sehingga dapat segera diobati dan mencegah penularan kepada orang lain,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Komunitas Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Lulu Attiah Hafizah, menilai pembudayaan hidup sehat hanya dapat berhasil apabila seluruh pemangku kepentingan terlibat aktif. “Harapan kami agar ada keterlibatan baik dari pemerintahan maupun dunia usaha, sehingga pembudayaan hidup sehat dapat berjalan secara optimal,” ujarnya.

Kegiatan Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Hari pertama diisi dengan diskusi mengenai penerapan indikator pembudayaan hidup sehat di lima tatanan, sedangkan hari kedua dilanjutkan dengan peninjauan lapangan ke tatanan rumah tangga dan dunia usaha untuk melihat implementasi program secara langsung. Sebanyak 80 peserta mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya hidup sehat yang berkelanjutan di Kabupaten Cirebon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....