Pemkab Cirebon Perkuat Kompetensi Pencari Kerja lewat Pelatihan Bersertifikat
- 30 Jul 2026 15:13 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah Kabupaten Cirebon terus memperkuat upaya menekan angka pengangguran melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hasilnya, dari 144 peserta Program Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan bagi Pencari Kerja Berbasis Klaster Kompetensi, sebanyak 125 peserta telah mengantongi kontrak kerja dari sejumlah perusahaan mitra bahkan sebelum pelatihan selesai dilaksanakan.
Program tersebut dibuka langsung oleh Bupati Cirebon Imron di Aula UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Plumbon, Rabu, 29 Juli 2026. Menurutnya, pelatihan berbasis kompetensi menjadi langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja yang mampu bersaing di tengah meningkatnya investasi di Kabupaten Cirebon.
"Ini merupakan salah satu komitmen pemerintah daerah untuk menyiapkan masyarakat Kabupaten Cirebon agar tidak hanya memiliki ijazah secara formal, tetapi juga memiliki keahlian dan sertifikasi kompetensi," ujarnya dikutip dari rilis Pemkab Cirebon.
Ia menegaskan, sertifikasi kompetensi menjadi nilai tambah bagi pencari kerja karena memberikan pengakuan resmi atas kemampuan yang dimiliki. Dengan demikian, lulusan pelatihan memiliki peluang lebih besar untuk diserap oleh dunia usaha maupun dunia industri.
"Program ini bukan hanya memberikan keterampilan teknis. Namun juga pengakuan resmi (sertifikasi) terhadap kompetensi peserta agar siap diserap oleh dunia usaha dan dunia industri," katanya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas tenaga kerja harus diiringi dengan kemudahan investasi agar mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih luas. Menurutnya, kedua aspek tersebut saling melengkapi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Melalui pelatihan ini, kami berupaya menciptakan ekosistem kerja yang saling mendukung, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga kerja hingga kemudahan investasi di Kabupaten Cirebon. Keduanya harus berjalan beriringan untuk kemajuan masyarakat Kabupaten Cirebon secara keseluruhan," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, mengatakan materi pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan nyata dunia kerja. Saat ini, kompetensi menjahit menjadi bidang yang paling banyak dibutuhkan perusahaan.
"Subkejuruan yang dibuka disesuaikan dengan usulan informasi lowongan pekerjaan yang masuk ke kami. Sebagian besar kebutuhan dasar pasar kerja saat ini ada pada kompetensi menjahit," ujarnya.
Selain menjahit, pelatihan juga mencakup las industri, las kemandirian, digital marketing, serta sejumlah subkejuruan lainnya. Seluruh materi dirancang dengan konsep link and match agar peserta siap memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.
"Oleh karena itu, pelatihan yang diberikan di antaranya menjahit, las industri, las kemandirian, digital marketing, dan beberapa subkejuruan lainnya untuk mempersiapkan kompetensi mencari kerja atau berwirausaha. Kita harus mengikuti kebutuhan pasar supaya yang dilatih ini bisa langsung bekerja (link and match)," katanya.
Selain pelatihan berbasis kompetensi, Disnaker Kabupaten Cirebon juga terus mengembangkan Program Magang Wirausaha yang telah berjalan selama dua tahun. Program tersebut membekali peserta dengan kemampuan teknis, manajerial, serta pengalaman belajar langsung bersama pelaku usaha untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru di Kabupaten Cirebon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....