Wali Kota Cirebon Dorong Penguatan Pembinaan Atlet jelang PORPROV Jabar 2026
- 14 Mei 2026 14:02 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah Kota Cirebon mendorong penguatan pembinaan atlet dan tata kelola olahraga daerah menjelang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat 2026. Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, saat menghadiri Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cirebon pada Rabu, 13 Mei 2026.
Rakercab KONI Kota Cirebon menjadi forum strategis untuk menyusun langkah menghadapi PORPROV XV Jawa Barat sekaligus mengevaluasi capaian olahraga daerah. Agenda utama forum tersebut mencakup penetapan kontingen dan pembagian dana stimulan pembinaan atlet.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan olahraga bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan cerminan kualitas pembinaan dan kemajuan daerah. Menurutnya, prestasi atlet lahir dari proses panjang yang membutuhkan disiplin, dukungan manajemen, dan pembinaan berkelanjutan.
“Di balik setiap raihan medali, ada proses pembinaan yang tidak singkat. Ada kedisiplinan yang dijaga setiap hari, serta dukungan manajerial yang harus akuntabel. Ini yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Mengacu pada hasil PORPROV XIV Jawa Barat 2022, Kota Cirebon berada di peringkat ke-19 dengan raihan 13 medali emas, 23 perak, dan 25 perunggu. Effendi Edo menilai capaian tersebut patut diapresiasi, namun perlu menjadi refleksi untuk meningkatkan prestasi pada ajang berikutnya.
“Total 61 medali menunjukkan potensi atlet kita sangat besar. Tapi jumlah emas yang masih terbatas memberi pesan bahwa kita perlu memperkuat mental juara, terutama saat menghadapi babak final. Tahun 2026 ini, saya ingin kita lebih berani menetapkan target. Peringkat 19 harus menjadi batu loncatan untuk naik ke posisi yang lebih baik,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam penetapan atlet yang akan diberangkatkan ke PORPROV. Selain itu, pengelolaan dana stimulan diminta dilakukan secara transparan agar benar-benar berdampak pada kualitas latihan dan motivasi atlet.
“Penetapan kontingen harus berbasis performa. Kita ingin yang berangkat adalah mereka yang siap tempur. Begitu pula dengan dana stimulan, harus dikelola dengan baik agar benar-benar berdampak pada kualitas latihan dan motivasi atlet,” katanya.
Wali Kota berharap forum Rakercab mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga. Menurutnya, koordinasi yang kuat diperlukan agar pembinaan atlet berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
“Melalui Rakercab ini, saya harap lahir kesepahaman bersama antara pemerintah, KONI dan seluruh pemangku kepentingan olahraga, sehingga pembinaan atlet dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi prestasi Kota Cirebon,” ujarnya berharap.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Cirebon, Handarujati Kalamullah, menyampaikan pihaknya menyiapkan sekitar 500 orang kontingen untuk PORPROV XV Jawa Barat 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 261 atlet putra, 146 atlet putri, 83 pelatih putra, pelatih putri, serta ofisial pendukung lainnya.
“Kami berharap semua pihak, terutama para atlet, dapat memahami bahwa ini adalah hasil terbaik dari proses seleksi yang telah dilakukan. Untuk PORPROV 2026, kita akan mengirimkan sekitar 261 atlet putra dan 146 atlet putri, didukung oleh 83 pelatih putra dan sejumlah pelatih putri, serta ofisial lainnya. Total kontingen kita kurang lebih mencapai 500 orang,” ucapnya.
Handarujati mengakui target peningkatan prestasi tidak mudah jika melihat capaian sebelumnya. Namun, pihaknya optimistis semangat pembinaan yang terus dibangun mampu membawa prestasi olahraga Kota Cirebon lebih baik.
“Memang tidak mudah melampaui capaian sebelumnya. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita terus memberi semangat kepada atlet-atlet kita. Mereka adalah harapan kota ini untuk mengharumkan nama Cirebon, tidak hanya di tingkat Jawa Barat, tetapi juga di tingkat nasional,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....