Pasca Tragedi Elf Maut, Bupati Majalengka Usulkan Jalan Jadi Kewenangan Provinsi
- 26 Mar 2026 14:21 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Kabut tebal yang menggantung di perbukitan Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, seolah belum sepenuhnya pergi. Di jalur sunyi yang menghubungkan Panjalu, Ciamis, hingga Cikijing, Majalengka, jejak duka itu masih terasa, tragedi kecelakaan maut travel elf yang merenggut enam nyawa pemudik asal Rengasdengklok, Karawang.
Di balik tikungan curam dan jalan sempit yang menurun tajam, peristiwa itu menjadi peringatan keras tentang kondisi infrastruktur yang tak lagi bisa diabaikan.
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, bergerak cepat. Dalam perbincangan dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ia menyuarakan satu dorongan penting, menaikkan status Jalan Panjalu-Cikijing (Jalan Jahim) dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi.
"Tadi malam saya berdiskusi dengan Pak Gubernur. Idealnya, ketika keluar dari jalan nasional, jalur penghubung antar kabupaten itu seharusnya menjadi kewenangan provinsi," ujar Bupati Eman Suherman, Kamis, 26 Maret 2026.
Jalur tersebut memang bukan sekadar akses biasa. Ia menjadi penghubung vital antara Kabupaten Majalengka dan Ciamis. Namun di balik perannya, jalan ini menyimpan risiko besar kontur ekstrem, tanjakan dan turunan curam, serta lebar jalan yang terbatas.
Menurut Bupati Eman Suherman, kondisi medan menjadi salah satu faktor krusial dalam kecelakaan tersebut. Terlebih, pengemudi diduga belum mengenal karakter jalan yang dikenal ekstrem oleh warga setempat.
"Medannya memang cukup curam. Ditambah kabut, bahkan kami yang sering melintas pun merasakan perbedaan signifikan dibanding jalur lain," katanya.
Dalam lanskap pegunungan yang tak ramah itu, keselamatan menjadi taruhan. Jalan yang sempit dan minim penerangan memperbesar potensi risiko, terutama saat malam hari atau kondisi cuaca buruk.
Karena itu, perubahan status jalan dinilai menjadi langkah strategis. Jika beralih menjadi kewenangan provinsi, peluang peningkatan kualitas infrastruktur terbuka lebih lebar. Mulai dari pelebaran jalan, pemasangan pembatas pengaman (guardrail), hingga penambahan penerangan jalan.
"Harapan kami, jika menjadi jalan provinsi, akan ada pelebaran dan kelengkapan pengamanan, termasuk penerangan," ucap Eman Suherman menegaskan.
Respons pun mulai terlihat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, disebut akan mengkaji usulan tersebut sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap jalur penghubung strategis di wilayah selatan.
Kini, di balik duka yang masih menyelimuti, muncul harapan baru, bahwa tragedi ini tidak hanya menjadi catatan kelam, tetapi juga titik balik perubahan. Sebuah upaya agar jalan yang sama tak lagi menjadi saksi kehilangan, melainkan jalur aman bagi mereka yang pulang ke rumah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....