Ketua DPRD Cium Mutasi Pejabat Politik Balas Budi

  • 14 Jan 2026 06:49 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID , Kuningan - Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, melontarkan kritik dan peringatan keras terkait pelaksanaan mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Meski memaklumi bahwa perombakan kabinet merupakan kebutuhan untuk mengisi kekosongan jabatan, Nuzul menekankan agar proses tersebut tidak hanya menjadi panggung bagi kepentingan politik praktis.

Pernyataan ini menjadi peringatan bagi Pemkab Kuningan agar mutasi eselon selanjutnya benar-benar didasarkan pada prinsip the right man on the right job demi memperbaiki kinerja birokrasi, bukan sekadar bagi-bagi kursi jabatan.

"Saya harapkan bahwa mutasi ini tidak sekadar penempatan jabatan, tapi harus betul-betul memperlihatkan profesionalisme. Menempatkan seseorang itu sesuai dengan kualitas dan kapasitasnya dan pas ditempatkan di situ," ujar Nuzul Rachdy, saat ditemui di Balai Aspirasi NR, pada Rabu, 14 Januari 2026.

Nuzul secara spesifik menyoroti kekhawatiran publik mengenai adanya aroma balas budi dalam penunjukan pejabat baru. Ia mengingatkan Bupati bahwa kewenangan mutlak yang dimiliki tidak seharusnya disalahgunakan untuk mengakomodasi kepentingan tim sukses atau berdasarkan sentimen pribadi.

"Mudah-mudahan ini tidak ada nuansa balas budi dalam mutasi ini. Tapi juga tidak ansich didasari oleh politik balas budi, apalagi sebaliknya, tidak ada rasa benci sama orang yang tidak ditempatkan," tegasnya.

Kritik tajam juga diarahkan Nuzul kepada Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) mengenai penerapan manajemen talenta. Ia mencium adanya potensi formalitas dalam proses rekrutmen yang hanya bertujuan untuk menciptakan kesan transparan di mata publik, sementara nama-nama yang akan mengisi jabatan diduga sudah ditentukan sebelumnya.

"Jangan sampai ini pun juga hanya sekadar menggugurkan kewajiban, hanya memperlihatkan kepada publik bahwa Bupati sudah melakukan transparansi rekrutmen, padahal sudah ada catatan-catatan sebelumnya," ungkap Nuzul menyindir proses seleksi yang selama ini berjalan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....