Sri Laelasari, Jembatan Harapan untuk Anyaman Bambu Citangtu

  • 01 Agt 2025 12:29 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Kuningan : Bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan panggilan hati. Itulah yang dirasakan Anggota DPRD Kuningan, Sri Laelasari, saat mendengar tentang para pengrajin anyaman bambu di Lingkungan Talahab, Citangtu. Ia tahu, di balik kerajinan tangan yang indah itu, ada perjuangan dan kekhawatiran yang terancam punah.

"Saya sangat terharu. Di tengah serbuan barang-barang plastik, mereka masih gigih mempertahankan tradisi leluhur," tutur Sri yang merupakan Legislator Gerindra. Baginya, kunjungan itu lebih dari sekadar tugas, melainkan melihat langsung denyut nadi budaya Kuningan yang masih berdetak di tangan-tangan terampil para sesepuh.

Ia melihat beragam produk seperti bakul, nampan, dan tampah yang dibuat dengan penuh ketelatenan, dan di situlah ia melihat kekayaan yang harus diselamatkan.

Namun, kekaguman itu bercampur dengan kekhawatiran. Ia mendengarkan keluh kesah Didi, salah satu pengrajin, tentang minimnya regenerasi dan pasar yang semakin menyusut. Didi khawatir, tanpa adanya perhatian, keahlian yang diwariskan turun-temurun ini akan berakhir bersama usia para pengrajin.

Sebagai wakil rakyat, ia merasa bertanggung jawab untuk memastikan warisan ini tidak hilang. Ia melihat peluang, bukan hanya untuk melestarikan budaya, tetapi juga untuk menggerakkan ekonomi lokal.

"Jika tidak ada perhatian serius dari pemerintah, tradisi ini bisa punah," ujarnya tegas. Ia bertekad untuk menjadi jembatan. Jembatan yang menghubungkan para pengrajin dengan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Kuningan. Tujuannya jelas: mengupayakan pembinaan kualitas, bantuan modal, hingga dukungan pemasaran agar anyaman bambu Citangtu bisa kembali bersaing dan menarik minat generasi muda.

Bagi Sri, ini bukan hanya tentang mempertahankan kerajinan, tetapi juga tentang menjaga sebuah identitas. Anyaman bambu Citangtu bukan sekadar produk, melainkan cerminan dari kegigihan dan kearifan lokal. Ia percaya, dengan sentuhan dan dukungan yang tepat, asa para pengrajin akan kembali menyala, dan warisan berharga ini akan terus hidup, menghiasi rumah-rumah di Kuningan, dan di hati masyarakatnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....