Legislator Gerindra Soroti Kematian Ikan Dewa Cigugur
- 10 Feb 2026 18:20 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan - Partai Gerindra menyoroti serius kematian massal Ikan Dewa (Tor douronensis) di Balong Girang, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Peristiwa tersebut telah menewaskan sekitar 85 persen populasi, menyisakan hanya sekitar 100–130 ekor ikan yang kini bergantung pada perawatan intensif di kolam karantina.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi Gerindra, Sri Laelasari, menegaskan bahwa penyelamatan ikan yang masih hidup harus menjadi prioritas utama di tengah krisis yang mengancam ikon budaya dan wisata daerah tersebut.
“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Sekitar 85 persen ikan mati. Harapan kita sekarang hanya pada ikan yang masih tersisa agar bisa diselamatkan,” ujar Sri saat meninjau langsung Balong Girang, Senin 9 Februari 2026.
Sri menilai, kematian massal Ikan Dewa bukan sekadar persoalan teknis, melainkan peringatan keras atas rapuhnya pengelolaan habitat ikan langka. Ia meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh agar peristiwa serupa tidak terulang.
“Ini ikon Kuningan yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Penanganannya tidak bisa biasa-biasa saja,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Sri juga menyoroti beratnya beban petugas dan relawan di lapangan. Selain merawat ikan yang masih hidup, mereka harus menangani bangkai ikan yang jumlahnya terus bertambah. Bahkan, keterbatasan lahan penguburan menjadi persoalan serius.
“Petugas di lapangan bekerja dalam kondisi sangat terbatas. Untuk penguburan ikan saja sudah kesulitan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, drh. Rofiq, menyatakan bahwa ikan-ikan yang tersisa kini mendapatkan penanganan intensif melalui pengobatan, karantina, dan pompanisasi untuk menjaga kualitas air.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar ikan yang tersisa bisa bertahan,” kata Rofiq.
Sri berharap, langkah darurat yang tengah dilakukan dapat menjadi pintu masuk bagi kebijakan konservasi jangka panjang. Menurutnya, penyelamatan Ikan Dewa tidak hanya penting bagi Kuningan, tetapi juga bagi upaya perlindungan spesies air tawar langka di Indonesia.