Mulai Bangun Ikhtiar Menabung Haji tanpa Menyerah karena Biaya
- 24 Mei 2026 16:02 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Ustadz Abdul Majid meminta masyarakat yang belum memiliki kemampuan finansial untuk berhaji agar tidak menyerah terhadap keadaan. Sebaliknya, masyarakat diimbau mulai membangun ikhtiar melalui kebiasaan menabung sebagai bentuk kesungguhan memenuhi panggilan ibadah ke Tanah Suci.
Pesan tersebut disampaikannya dalam program Mutiara Pagi RRI Cirebon pada Minggu, 17 Mei 2026. Penjelasan ini sekaligus menjawab pertanyaan pendengar mengenai hukum haji bagi masyarakat yang belum memiliki kemampuan ekonomi maupun ongkos perjalanan menuju Makkah.
Dalam pemaparannya, Ustadz Abdul Majid menjelaskan kewajiban ibadah haji memang hanya berlaku bagi umat Muslim yang telah memenuhi syarat kemampuan atau istitah. Syarat tersebut meliputi kesiapan dari sisi kesehatan fisik, keamanan selama perjalanan, hingga kecukupan biaya operasional.
“Haji itu bagi orang yang mampu, yaitu badannya sehat, perjalanannya aman, dan ada ongkosnya. Kalau belum mampu berarti belum wajib,” ujarnya saat diwawancarai RRI.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi tidak boleh dijadikan alasan untuk memadamkan semangat berhaji. Menurutnya, kewajiban suci tersebut tetap perlu dipersiapkan secara bertahap sejak dini.
“Kita jangan pasrah begitu saja, merasa belum mampu lalu tidak ada semangat. Minimalnya menabung dulu sebagai bentuk kesungguhan kita,” kata Abdul Majid menambahkan.
Menurutnya, menabung untuk tabungan haji tidak harus selalu dilakukan dalam jumlah atau nominal yang besar. Hal yang paling utama adalah konsistensi serta kesungguhan hati dalam mempersiapkan diri memenuhi rukun Islam kelima tersebut.
“Menabungnya tidak harus banyak, sehari seribu atau dua ribu rupiah tidak masalah. Ini bukan soal nominal, tetapi soal kesungguhan hati kita untuk memenuhi panggilan Allah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa niat baik yang sudah disertai dengan usaha nyata tetap memiliki nilai ibadah di sisi Allah. Keutamaan ini tetap berlaku meskipun seseorang belum mampu mewujudkan impian ke Tanah Suci dalam waktu dekat.
“Orang yang berniat melakukan perbuatan baik meskipun belum terlaksana sudah dicatat sebagai amal baik. Jadi jangan putus asa dulu,” ucap Abdul Majid menegaskan.
Lebih lanjut, ia mendorong masyarakat untuk mulai membiasakan budaya menabung haji di dalam keluarga. Kebiasaan positif ini juga perlu dikenalkan kepada anak-anak agar semangat berhaji tumbuh sejak usia muda.
“Kalau selesai mendengarkan materi ini, sambil beli sarapan sekalian beli celengan supaya ilmunya langsung dipraktikkan. Ajarkan juga anak-anak untuk mulai menabung haji,” katanya menutup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....