Kloter 23 KJT Kota Cirebon Masuk Embarkasi, Jemaah: Kami Ikuti Aturan

  • 09 Mei 2026 13:39 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Jemaah haji asal Perumnas Kota Cirebon, Dian Angelia, menyatakan kesiapan mengikuti ketentuan embarkasi yang mewajibkan calon jemaah menginap sehari sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci. Menurut Dian, aturan tersebut dipandang sebagai bagian dari prosedur yang harus dijalani demi kelancaran keberangkatan Kloter 23 KJT Kota Cirebon yang dijadwalkan berangkat pada Sabtu sore, 9 Mei 2026, usai pelepasan di Komplek Korem 063/Sunan Gunung Jati pada hari Jumat, 8 Mei 2026.

Dian mengaku tidak mempermasalahkan kebijakan menginap sehari di embarkasi karena menilai seluruh tahapan keberangkatan telah diatur oleh panitia. Ia mengatakan para jemaah hanya perlu mengikuti prosedur yang telah ditentukan, termasuk pembagian perlengkapan maupun administrasi sebelum bertolak ke Arab Saudi.

“Sebenernya sih kalau untuk ini kan karena mungkin aturannya, sebenernya kita harus nginap dulu. Sama mungkin ada hal-hal atau pembagian apa-apa yang harus di sana dibagikan atau apa katanya yang kayak kartu nusuk lah, bilang haji lah atau apa, seperti itu sih. Mungkin untuk memudahkan panitia juga kan,” ujarnya kepada RRI, Jumat, 8 Mei 2026.

Salah satu jemaah haji asal Perumnas Kota Cirebon, Dian Angelia

Ia menambahkan tidak melakukan persiapan khusus terkait keharusan menginap sehari di embarkasi dan memilih mengikuti seluruh ketentuan dengan ikhlas. “Pokoknya apapun itu kita ikutin aja. Apapun itu ya sudah terima, jalanin gitu aja,” katanya.

Di luar persiapan keberangkatan, Dian mengaku masih tidak percaya akhirnya dapat menunaikan ibadah haji tahun ini setelah menunggu sejak mendaftar pada 2014. Menurutnya, masa tunggu sekitar 12 tahun tergolong cukup cepat dibandingkan antrean calon jemaah saat ini yang dapat mencapai lebih dari dua dekade.

“Makin hari, makin dekat ke berangkatan itu makin deg-degan. Karena ya, apa, kayak nggak nyangka aja gitu bisa berangkat tahun ini kan,” ujarnya.

Dian menjelaskan selama masa persiapan dirinya rutin mengikuti bimbingan manasik haji melalui kelompok bimbingan serta menjaga kondisi fisik dengan berjalan kaki setiap hari, meskipun menurutnya kesiapan mental dan hati menjadi hal paling penting agar diberi kesabaran menjalani ibadah di Tanah Suci. Ia berharap sepulang berhaji dapat menjadi pribadi yang lebih bertakwa, lebih taat beribadah, serta memperoleh ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu sekaligus membawa keberkahan bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....