Kanwil Jabar Pastikan Layanan Embarkasi Haji 2026 Mudahkan Jamaah
- 12 Apr 2026 11:20 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah memastikan layanan embarkasi haji 2026 di Jawa Barat difokuskan pada kemudahan dan kenyamanan jemaah dengan meminimalkan kegiatan seremonial yang berpotensi menambah kelelahan sebelum keberangkatan. Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Barat juga menegaskan seluruh proses pelayanan akan dipermudah sejak jemaah tiba di asrama haji hingga menuju bandara, sekaligus memperkuat aspek kesehatan sebagai perhatian utama pada musim haji tahun ini.
Kabid Pelayanan Haji dan Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kanwil Kemenhaj Provinsi Jawa Barat, H. Amri Yusri, S.H.I., M.I.P., mengatakan bahwa prinsip pelayanan di embarkasi telah disepakati bersama seluruh stakeholder melalui rapat koordinasi. Ia menyampaikan, “Terkait dengan proses layanan di embarkasi, kita sepakat dari hasil rapat koordinasi kemarin dengan para stakeholder, kita sepakat bahwasannya prinsip dalam pembinaan layanan, kita memberikan kemudahan kepada jemaah haji dan tidak membuat satu seremonial yang ada di embarkasi,” ujarnya kepada RRI, Jumat, 10 April 2026.
Menurutnya, kemudahan layanan tersebut diterapkan agar jemaah tidak mengalami kelelahan saat berada di asrama haji sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci. Ia menjelaskan, “Prinsip layanan di embarkasi bahwasannya jemaah ketika datang, semua layanan itu kita permudah. Jangan sampai ada lagi, jangan sampai jemaah itu merasa kelelahan,” ucapnya.
Amri menambahkan, kondisi kesehatan jemaah menjadi perhatian penting dalam penyelenggaraan haji tahun ini sehingga waktu istirahat jemaah harus benar-benar dijaga. Ia menuturkan, “Jadi tidak, jangan sampai ada kelelahan jemaah ketika katanya masuk di asrama. Karena memang dibutuhkan betul istirahat-istirahat yang cukup, terlebih menjaga kondisi kesehatan jemaah. Karena ini, tahun ini menjadi perhatian betul terkait dengan kesehatan jemaah haji,” katanya.
Sementara itu, untuk menjamin kenyamanan jemaah di Arab Saudi, pemerintah menyediakan layanan Fast Track bagi jemaah yang berangkat melalui embarkasi Jakarta-Bekasi. Ia mengatakan, “Kalau di Arab Saudi insya Allah ini kan kalau Jemaah yang berangkat melalui Jakarta-Bekasi ini kan sudah menggunakan pelayanan Fast Track atau Makarut. Jadi yang disebut makarut itu pihak imigrasi Arab Saudi yang berada di bandara kita," ucapnya.
Dengan layanan tersebut, proses keimigrasian dilakukan di Indonesia sehingga jemaah dapat langsung menuju penginapan setibanya di Arab Saudi tanpa antrean panjang. Amri menjelaskan, “Artinya proses keimigrasian itu akan lebih cepat, akan lebih mudah. Jemaah berangkat dari asrama ke bandara, nanti langsung pemeriksaan imigrasi Arab Saudi, jemaah langsung didorong ke pesawat, pesawat turun langsung landing, langsung didorong ke masing-masing hotel atau penginapan,” ujarnya.
Sedangkan untuk pemberangkatan melalui Kertajati, meskipun belum menggunakan sistem Fast Track, pemerintah memastikan pemeriksaan dilakukan sejak di embarkasi melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Ia menambahkan, “Adapun pemberangkatan melalui Kertajati , walaupun di Kertajati belum adanya proses sistem makarut, kita bekerja sama dengan pihak BIJBKertajati , dengan otoritas bandara, termasuk dengan kawan-kawan dari APSEC, untuk kelihatan jemaah sama seperti tahun lalu, kita akan melaksanakan di embarkasi, artinya untuk kelihatan jemaah di embarkasi seluruhnya sudah dilakukan pemeriksaan, pemeriksaan itu di embarkasi,” katanya menutup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....