Jabar Siapkan Embarkasi Kertajati dan Bekasi untuk Haji 2026

  • 10 Apr 2026 19:00 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 di Jawa Barat disebut telah memasuki tahap akhir dengan berbagai komponen layanan mulai dari dokumen jemaah, petugas kloter, hingga kesiapan embarkasi yang dipastikan berjalan sesuai prosedur. Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat juga menegaskan koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar keberangkatan yang dijadwalkan mulai 22 April 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan memberikan pelayanan optimal bagi jemaah.

Kabid Pelayanan Haji dan Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat, H. Amri Yusri, S.H.I., M.I.P., menyampaikan bahwa tahapan persiapan saat ini sudah memasuki hitungan hari menuju operasional keberangkatan.

Ia mengatakan, “Ada beberapa komponen memang dalam persiapan haji. Kalau sekarang di tanggal 21, artinya kita ada 11 hari lagi waktu persiapan untuk pemberangkatan operasional haji di 2026.” ujarnya kepada RRI Jumat, 10 April 2026.

Menurutnya, kesiapan dokumen jemaah menjadi salah satu fokus utama yang telah diselesaikan oleh pemerintah sehingga tidak menghambat proses pemberangkatan. Ia menjelaskan, “Untuk jemaah, Insya Allah kita sudah menyiapkan terkait dengan dokumennya. Keputusan itu sudah clear, seluruhnya sudah clear,” ucapnya.

Selain dokumen, kesiapan petugas juga telah dibentuk secara terintegrasi guna memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan maksimal selama perjalanan ibadah. Amri menyebut, “Terus juga terkait dengan petugas, Alhamdulillah kemarin juga panitia haji menyampaikan bagaimana membentuk suatu pelayanan yang terintegrasi, baik itu petugas kloter dan petugas karu-karom supaya goal ini bisa tetap terjaga untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah dalam masing-masing kloter,” katanya.

Ia menambahkan, Jawa Barat akan memberangkatkan jemaah melalui dua embarkasi yakni Kertajati dan Bekasi dengan pembagian kloter yang telah ditetapkan. “Yang pertama melalui Kertajati, itu ada 40 kloter atau 19 kabupaten kota yang tergabung di pemberangkatan Kertajati melalui Asrama Haji Indramayu. Dan ada 28 kota atau 8 kabupaten-kota yang pemberangkatan jemaah haji melalui embarkasi Bekasi., katanya.

Persiapan layanan di asrama haji juga terus dimatangkan melalui koordinasi intens dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan alur kedatangan hingga keberangkatan jemaah berjalan sesuai prosedur. Ia mengatakan, “Insya Allah di Bekasi, karena kita juga berkomunikasi intens dengan kawan-kawan dari UPT Asrama Bekasi, ini persiapan-persiapan untuk memastikan layanan di asrama haji, baik itu di Kertajati ataupun di Indramayu ini berjalan lancar sesuai dengan protak, flow, dan kedatangan jemaah dan rangkaian persiapan keberangkatan ini tetap terjaga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amri menegaskan penyelenggaraan haji merupakan tugas nasional yang melibatkan banyak pihak sehingga koordinasi lintas sektor terus diperkuat melalui rapat teknis bertahap. Ia menambahkan, “Kami juga sudah mempersiapkan dengan sangat matang dan akan ada rapat teknis secara bertahap untuk memastikan langkah2 pelayanan tetap sesuai,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....