Pemkab Cirebon Pastikan Pemeriksaan Berlapis Demi Istithaah Jemaah
- 09 Des 2025 22:08 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Kabupaten Cirebon menegaskan penerapan standar teknis pemeriksaan kesehatan jemaah haji dalam penetapan status istithaah menjelang musim haji 2025. Pemeriksaan dilakukan mulai Puskesmas sebagai lini pertama hingga rumah sakit rujukan daerah.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Arjawinangun, dr. Hermansyah, menjelaskan, “Pemeriksaan lanjutan di RSUD Arjawinangun dan RSUD Waled difokuskan pada tujuh penyakit yaitu PPOH, tuberculosis, stroke, tumor, gagal jantung, HIV, dan patah tulang kaki.” Ia memastikan penyakit-penyakit tersebut wajib melewati evaluasi lanjutan sebelum penetapan istithaah. ujarnya dalam dialog Cirebon Pagi Ini, RRI Cirebon, Rabu (3/12/2025).
Di Puskesmas, pemeriksaan meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan mental yang kini wajib dilakukan. “Hasil dari Puskesmas dan Labkesda menjadi dasar apakah jemaah cukup ditangani di Puskesmas atau harus dirujuk ke rumah sakit rujukan haji,” kata dr. Husnul Khotimah Dokter Fungsional Puskesmas Waruroyom.
Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon juga menyiapkan rangkaian pemeriksaan ulang mendekati keberangkatan. “Menjelang keberangkatan akan dilakukan pemeriksaan ulang sekaligus vaksinasi meningitis, sehingga jemaah tidak boleh abai menjaga kesehatannya,” ujar Katimja Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Dede Kurniawan, M.P.H.
Langkah pemeriksaan berlapis ini diperlukan karena rentang waktu antara pelunasan, pemeriksaan, dan keberangkatan cukup panjang. Pemeriksaan ulang membantu memastikan kondisi jemaah tetap stabil hingga hari keberangkatan.
Tenaga kesehatan Kabupaten Cirebon berharap seluruh jemaah menjaga kondisi fisik dengan istirahat cukup, pola makan seimbang, dan olahraga teratur. Upaya tersebut dinilai penting agar jemaah tetap memenuhi istithaah saat diberangkatkan.
Penulis: Sekar Dhamayanti
.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....