Daft Punk Kritik Penggunaan AI dalam Musik! “Memangkas Proses Kreatif”
- 13 Agt 2026 08:12 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Industri musik global kembali diwarnai oleh perdebatan panjang mengenai etika pemanfaatan teknologi modern. Kali ini, kritik tajam datang dari salah satu mantan personel duo musik elektronik legendaris asal Prancis, Daft Punk, yakni Thomas Bangalter, yang secara terbuka mengecam penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dalam proses penciptaan karya seni.
Pernyataan keras tersebut diungkapkan oleh sang musisi saat melangsungkan sesi wawancara eksklusif bersama Presiden Seni, Kebudayaan, dan Warisan Chanel, Yana Peel. Dalam perbincangan mendalam itu, Bangalter menyoroti bagaimana kehadiran teknologi berbasis algoritma komputer mulai mendegradasi nilai-nilai esensial yang seharusnya dialami oleh seorang seniman dalam melahirkan sebuah karya.
Bagi musisi yang selama puluhan tahun lekat dengan identitas visual bertema robot tersebut, teknologi AI dinilai telah keluar jalur karena terlalu mendewakan hasil akhir semata. Ia berargumen bahwa daya tarik utama dari bermusik bukanlah terletak pada produk akhir yang instan, melainkan pada perjalanan emosional yang dirasakan kreatornya.
Lebih lanjut, musisi berusia 51 tahun ini menjelaskan bahwa penggunaan alat bantu cerdas semacam itu secara otomatis akan memangkas fase-fase eksperimentasi yang sangat berharga. Menurutnya, spontanitas, intuisi, dan naluri manusia saat meracik nada adalah esensi murni yang tidak boleh direduksi begitu saja oleh mesin.
Kritik pedas yang dilayangkan oleh ikon musik dansa elektronik ini kontan menambah panjang daftar musisi dunia yang menolak dominasi AI di ranah industri kreatif. Sikap ini sejalan dengan gelombang penolakan dari berbagai seniman lintas genre—mulai dari produser Jack Antonoff hingga pentolan Smashing Pumpkins, Billy Corgan—yang menilai bahwa maraknya penggunaan AI berpotensi merusak keaslian ekspresi jiwa manusia di masa depan.
(Dikutip dari Creativedisc tanggal 12 Agustus 2026)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....