Peringati Hari Puisi Indonesia di Indramayu Meriah

  • 27 Jul 2026 21:35 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu - Setiap 26 Juli, Indonesia memperingati Hari Puisi Indonesia, bisasebuah momentum untuk merayakan kekuatan sastra sekaligus menghidupkan semangat literasi di tengah masyarakat. Bukan sekadar rangkaian kata indah, puisi menjadi ruang bagi manusia untuk menyuarakan gagasan, mengabadikan perasaan, merekam perjalanan zaman.

Peringatan Hari Puisi Indonesia pertama kali dideklarasikan pada 26 Juli 2012 dalam ajang Makassar International Writers Festival (MIWF). Tanggal tersebut dipilih bertepatan dengan hari kelahiran penyair besar Indonesia, Chairil Anwar, sosok yang dikenal sebagai pelopor Angkatan '45 sekaligus pembaru puisi modern Indonesia melalui karya-karyanya yang kritis, jujur, dan penuh daya hidup.

Sementara pada 26 Juli 2026 Minggu sore di pelataran gedung kesenian di jalan Veteran Indramayu masyarakat ikut memperingati hari puisi Indonesia.

Acara yang digelar untuk masyarakat umum tersebut bertemakan " Kopi dan Ekspresi" berlangsung meriah pembacaan orasi litersi dan puisi dari berbagai kalangan menguatkan atmosfir suasana hari puisi sore itu. Lebih menarik lagi selang pembacaan puisi acara diisi dengan diskusi seputar literasi dan eksistensi berpuisi

Hadir dalam narasumber diskusi dihari puisi Indonesia Ray Mengku sutentra Ketua Dewan Kesenian Indramayu, Carkaya seorang Politisi, dan Moderator Budi Purnomo.

Sedangkan tercatat beberapa deklamator membacakan puisi dalam acara tersebut diantaranya. Selamet Suryadi. Abdul Alzis. Bi yang lama. Candra R. Pangeran. Supali Kasim. Faris Alfaisal. Ali Topan. Helmi. Ratnawati. Titin. Lita dan pembawa acara Edi Supriyadi.

Ada catatan dalam peristiwa peringati hari puisi Indonesia di pelataran gedung Dewan Kesenian Indramayu tersebut diantaranya bagaimana ingin .....

Ingin juga mendengar

apa kata pembaca puisi

Ingin juga mendengar

apa kata penulis puisi

Ingin juga mendengar

apa kata politisi

Dalam catatan penyair Supali Kasim dalam memperingati hari puisi Indonesia menegaskan.

" Puisi butuh perenungan yang dalam. Kata-katanya adalah pilihan. Penyair adalah saksi kehidupan. Karyanya bisa menjadi inspirasi perubahan atau pembaruan sesuatu." ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....