Mengapa Lagu Anak-anak Sekarang Jarang Diciptakan ?
- 31 Agt 2026 23:56 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID,Cirebon - Lagu anak-anak pernah menjadi bagian penting dari keseharian generasi Indonesia, mulai dari lagu tentang sekolah, persahabatan, keluarga, hingga permainan. Namun, di tengah derasnya perkembangan industri musik dan platform digital, lagu yang secara khusus diciptakan dengan tema serta lirik sesuai usia anak kini terasa semakin jarang terdengar. Fenomena tersebut bahkan diakui pemerintah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 2025 menyebut Indonesia menghadapi kekurangan lagu anak dan kemudian mendorong kembali penciptaan lagu yang sesuai dengan dunia anak.
Salah satu persoalannya adalah ekosistem musik anak yang tidak sebesar era ketika lagu anak memiliki ruang khusus di televisi, radio, sekolah, dan industri rekaman. Perubahan pola konsumsi musik menuju platform digital juga membuat anak lebih mudah menemukan berbagai jenis lagu, termasuk lagu yang sebenarnya ditujukan untuk pendengar dewasa.
ementara itu, penciptaan lagu khusus anak membutuhkan lirik, melodi, tema dan penyajian yang benar-benar mempertimbangkan karakteristik perkembangan mereka.
Apa dampaknya ketika anak-anak lebih banyak mendengarkan lagu yang bukan ditujukan untuk kelompok usianya? Musik sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran dan pembentukan karakter. Kemendikdasmen menjelaskan bahwa lagu anak bukan sekadar hiburan, tetapi dapat membantu anak memahami berbagai konsep dengan cara yang menyenangkan. Karena itu, keberadaan lagu yang sesuai usia dinilai penting agar anak memperoleh hiburan sekaligus pesan positif yang dekat dengan kehidupan mereka.
Peran dalam menghidupkan kembali lagu anak tidak hanya tanggungjawab berada di tangan pencipta lagu atau industri musik. Pemerintah, sekolah, guru, orang tua, musisi, komunitas dan media juga dapat menciptakan ruang bagi lagu anak untuk kembali dikenal. Kemendikdasmen, misalnya, telah menjalankan program KICAU atau Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini serta KELANA atau Kreasi Cipta Lagu Anak Nusantara sebagai upaya memperbanyak karya musik yang edukatif dan sesuai perkembangan anak.
Salah satu mengangkat popularitas lagu anak dengan menghadirkan lagu yang sederhana, mudah dinyanyikan dan memiliki tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. Pemerintah juga mendorong guru PAUD memanfaatkan musik dalam kegiatan pembelajaran. Pada April 2026, Kemendikdasmen kembali meluncurkan album KICAU bersama Buku Saku 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk membantu memperkuat pendidikan karakter dan pembelajaran melalui lagu.
Lagu anak tidak harus kembali melalui pola industri lama; pencipta dapat memanfaatkan platform digital, media sosial, kegiatan sekolah, radio, komunitas serta berbagai ruang pertunjukan untuk memperkenalkan karya baru. Bahkan, Kemendikdasmen pada 2025 menyelenggarakan KICAU sebagai wadah bagi pendidik dan pegiat PAUD untuk menciptakan lagu yang edukatif, membangun karakter dan menyenangkan.
Jarangnya lagu anak yang terdengar bukan berarti anak-anak kehilangan kebutuhan terhadap musik yang sesuai dengan dunianya. Justru kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pencipta lagu, industri musik, pendidik, orang tua dan pemerintah untuk menghadirkan kembali karya yang mampu menghibur sekaligus memberikan nilai positif. Lagu anak dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter kreativitas dan ekspresi seni. Upaya pemerintah melalui KICAU dan KELANA menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap lagu anak masih mendapat perhatian, sehingga peluang untuk melahirkan generasi baru lagu anak Indonesia tetap terbuka luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....